Marak Kasus Investasi di Pasar Modal, Regulator Diminta Bersih-bersih

Image title
25 Juni 2020, 07:18
investasi, pasar modal, kasus gagal bayar
/home/ubuntu/Pictures/antarafoto/cropping/production/original/ANT20190927098.jpg
Ilustrasi. Rata-rata volume transaksi harian di Bursa sepanjang tahun ini hanya mencapai 7,65 miliar unit saham dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp 7,72 triliun.

Beberapa kasus perusahaan yang terkait dengan gagal bayar karena investasi  di pasar saham dinilai perlu menjadi momentum regulator untuk berbenah. Ini agar masyarakat tidak memiliki persepsi negatif terhadap pasar modal dalam negeri.

"Soalnya kasus gagal bayar yang terjadi saat ini akan menghambat upaya pemerintah sendiri dalam memasyarakatkan pasar modal," kata Direktur Avere Mitra Teguh Hidayat dalam rilis, Rabu (24/6).

Advertisement

Dia menilai persepsi negatif akan dunia investasi di dalam negeri sudah terasa efeknya saat ini. "Dampaknya dapat dilihat dari volume transaksi menjadi sepi dan turunya kepercayaan dari masyarakat," ujarnya.

Rata-rata volume transaksi harian di Bursa sepanjang tahun ini hanya mencapai 7,65 miliar unit saham dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp 7,72 triliun. Padahal sepanjang tahun lalu, rata-rata volume harian sebanyak 10,56 miliar unit saham dengan nilai rata-rata Rp 8,5 triliun.

(Baca: Nasabah Jiwasraya Tak Persoalkan Pemindahan Polis ke Holding Asuransi)

Sepinya transaksi di pasar modal juga terjadi karena investor banyak yang melakukan wait and see di tengah pandemi Covid-19. IHSG sejak awal tahun ini tercatat turun 21,19% menyentuh level 4.954 pada perdagangan 24 Juni.

Untuk membuat persepsi masyarakat tetap positif terhadap pasar modal, dia menilai otoritas pasar modal perlu memperbaiki tata kelola dan pengawasannya. Dengan demikian, masyarakat melihat bahwa otoritas mulai bersih-bersih industri pasar modal.

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement