IHSG Berpotensi Naik Terbatas Dipicu Data Ekonomi RI & Langkah The Fed

Image title
4 November 2021, 06:30
IHSG, Indeks Saham, Bursa Efek Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA
IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat dalam jangka pendek pada perdagangan Kamis (4/11) hari ini. Sentimen akan dipengaruhi oleh rilis data produk domestik bruto (PDB) triwulan III 2021 dan kebijakan ekonomi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Sebelumnya, indeks saham meningkat signifikan 0,91% menyentuh level 6.552 Pada penutupan perdagangan Rabu (3/11). 

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan sejumlah indikator menunjukkan indeks sudah masuk ke area jenuh jual. Dengan demikian, potensi penguatan IHSG hari ini bersifat jangka pendek.

"Investor akan mencermati hasil kebijakan ekonomi bank sentral Amerika Serikat The Fed serta mengantisipasi rilis data produk domestik bruto triwulan III-2021 Indonesia," kata Dennies.

Berdasarkan analisisnya secara teknikal, IHSG hari ini berpeluang menguat dengan rentang resistance di level 6.608 dan 6.550, sementara area support ada di level 6.457 dan 6.422.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Ada sejumlah saham yang menurut Dennies layak mendapat perhatian dari pelaku pasar pada perdagangan hari ini seperti Wijaya Karya (WIKA), PP London Sumatra Indonesia (LSIP), dan Bumi Serpong Damai (BSDE).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan, IHSG hari ini mengalami rebound jangka pendek dengan target menuju resistance di level 6.583. Meski begitu, peluang untuk kembali turun juga masih terbuka.

"Selama IHSG tetap di bawah resistance kuat 6.608, maka masih ada peluang IHSG melanjutkan fase koreksi sebelumnya," katanya.

Berdasarkan analisisnya, area support IHSG berada di level 6.457, 6.423, dan 6.386. Sementara, area resistance ada di level 6.583, 6.608, dan 6.619.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Astra International (ASII), XL Axiata (EXCL), Indofood Sukses Makmur (INDF), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Sarana Menara Nusantara (TOWR).

Sebaliknya, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai hari ini IHSG memiliki potensi tertekan. Berdasarkan hasil analisisnya secara teknikal, area pergerakan IHSG ada di level 6.413 dan 6.592.

Ia mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Pelemahan IHSG dibayangi tekanan yang terjadi pada pergerakan harga komoditas.

"Tekanan pada komoditas turut memberikan dampak terhadap emiten-emiten yang berkaitan dengan komoditas," kata William.

Sejumlah saham yang direkomendasikan oleh William untuk perdagangan hari ini seperti Telkom Indonesia (TLKM), Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Unilever Indonesia (UNVR), Jasa Marga (JSMR), Bank Central Asia (BBCA), dan Indofood Sukses Makmur (INDF).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...