IHSG Diramal Merah Jelang Akhir Pekan, Saham Properti Jadi Rekomendasi
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan tertekan pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (5/11). Minimnya sentimen dan belum masifnya arus modal masuk, akan menekan pergerakan indeks.
Seperti diketahui, pada perdagangan hari sebelumnya IHSG mampu menguat 0,52% menjadi 6.586. Investor asing mencatatkan beli dengan nilai bersih Rp 332,69 miliar di pasar reguler.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, hari ini IHSG berpeluang tertekan. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, indeks akan bergerak di rentang level 6.413 dan 6.521.
"Selain itu belum terdapatnya arus modal masuk yang signifikan ke dalam pasar modal Indonesia, membuat pasar bergerak lebih konsolidatif," kata William.
Sejumlah saham yang direkomendasikan oleh William untuk perdagangan hari ini adalah Unilever Indonesia (UNVR), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Kalbe Farma (KLBF), XL Axiata (EXCL), Alam Sutera Realty (ASRI), Pakuwon Jati (PWON), dan Bank Central Asia (BBCA).
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, meski menguat, IHSG gagal ditutup di atas resistance kuat 6.608. "Membuka peluang untuk mengalami koreksi minor dan mengisi gap pada rentang 6.562-6.583," katanya.
Berdasarkan analisisnya secara teknikal, area support IHSG berada di level 6.532, 6.500, dan 6.457. Sementara, level resistance ada di 6.608, 6.642, dan 6.687.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.
Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Kalbe Farma (KLBF), Telkom Indonesia (TLKM), United Tractors (UNTR), dan Unilever Indonesia (UNVR).
Sebaliknya, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG berpotensi menguat terbatas. Apalagi sejumlah indikator menunjukkan indeks sudah masuk ke area jenuh jual.
"Investor akan mencermati hasil rilis data produk domestik bruto triwulan III-2021 Indonesia. Pergerakan juga masih akan ditopang rilis kinerja emiten per triwulan III-2021," kata Dennies dalam riset tertulisnya.
Berdasarkan analisisnya secara teknikal, area resistance IHSG hari ini ada di level 6.629 dan 6.607. Sementara, area support ada di level 6.573 dan 6.561.
Dennies merekomendasikan saham PP London Sumatra Indonesia (LSIP), Bumi Serpong Damai (BSDE), dan Wijaya Karya (WIKA) untuk tahan (hold). Sementara saham Alam Sutera Realty (ASRI) untuk beli tapi bersifat spekulasi.
