Resmi IPO, Harga Saham Nanotech Naik 8%

Cahya Puteri Abdi Rabbi
10 Maret 2022, 13:26
Resmi IPO, Harga Saham Nanotech Naik 8%
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Pengunjung beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/2/2020)). IHSG ditutup menguat 0,70 persen atau 41,01 poin ke level 5.925,18 menjelang penutupan perdagangan hari in.

PT Nanotech Indonesia Global resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (10/3). Harga saham emiten dengan kode NANO ini naik 8% atau 8 poin ke level Rp 108 pada penutupan perdagangan sesi pertama.

Harga saham NANO dibuka di level Rp 110, Sebanyak 712,01  juta lembar diperdagangkan. Nilai transaksinya Rp 71,44 miliar, dengan frekuensi 41.379 kali. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, kapitalisasi pasar NANO Rp 462,78 miliar.

“Dengan mendapat kepercayaan besar dari investor, kami akan terus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menjaga hubungan harmonis dengan seluruh stakeholder,” kata Direktur Utama NANO Suryandaru dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham NANO, Kamis (10/3).

Perusahaan retail kosmetik ini melepas sebanyak 1,28 miliar saham atau 29,99% dari total modal, perseroan mengincar dana segar maksimal Rp 134,92 miliar.

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga akan menerbitkan 1,02 miliar Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak-banyaknya 34,27% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri I akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang tercatat pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 10 saham baru berhak memperoleh delapan Waran Seri I. Setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang dikeluarkan dalam portepel.

Adapun, harga pelaksanaan waran ini senilai Rp 125 dengan nominal Rp 10 dan dapat dieksekusi setelah enam bulan sejak efek diterbitkan atau berlaku mulai 9 September 2022 sampai 10 Maret 2025.

Adapun dana hasil IPO akan digunakan untuk beberapa hal. Dana sebesar Rp 16,3 miliar akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian mesin dan perlengkapan terkait jasa layanan teknologi berbasis rekayasa material (teknologi rekayasa).

Kemudian, sebesar Rp 16,7 miliar akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian mesin dan perlengkapan terkait jasa layanan teknologi kesehatan, kosmetik, dan farmasi. Tujuannya mendukung pengembangan dan perluasan usaha kesehatan, kosmetik, dan farmasi, termasuk untuk pengembangan produk dan teknologi.

Selanjutnya, sebesar Rp 16,2 miliar akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian mesin dan perlengkapan untuk layanan riset dan pengembangan (R&D Services).

Lalu, sebanyak Rp 17,04 miliar akan digunakan untuk  belanja modal untuk implementasi teknologi pemanfaatan limbah, dalam rangka mendukung pengembangan dan perluasan usaha.

Berikutnya, sebanyak Rp 3,6 miliar akan dipakai mengembangkan infrastruktur teknologi informasi dan sistem penunjangnya, seperti pengembangan aplikasi dan sistem manajemen untuk peningkatan efisiensi dan perluasan jangkauan usaha perseroan.

"Sisanya akan digunakan untuk modal kerja atau operational expenditure (OPEX) perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku," demikian tertulis dalam prospektus perseroan.

Sedangkan, dana yang akan diperoleh perseroan dari hasil pelaksanaan Waran Seri I, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan, namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku.

Sebagai informasi, Nanotech Indonesia Global merupakan perusahaan nanoteknologi yang salah satunya bergerak di bidang produk kecantikan dan kesehatan. Dari laman perseroan, beberapa brand yang telah diluncurkan antara lain produk kecantikan EXCO Nano Gold, parfum Gardiaflow, pasta gigi Kidzano, hingga hand sanitizer Lemonilo Naturizer.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...