KINO Siapkan Rp 150 Miliar untuk Beli Kembali Saham

Cahya Puteri Abdi Rabbi
21 Maret 2022, 14:30
KINO Siapkan Rp 150 Miliar untuk Beli Kembali Saham
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Pengunjung beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/2/2020)). IHSG ditutup menguat 0,70 persen atau 41,01 poin ke level 5.925,18 menjelang penutupan perdagangan hari in.

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berencana membeli kembali sahamnya alias buyback. Perseroan menyiapkan dana maksimum Rp 150 miliar untuk menyerap paling banyak 30 miliar saham yang dilaksanakan mulai hari ini, Senin (21/3) hingga 20 Juni mendatang. 

"Perseroan membatasi harga pembelian saham sebesar maksimum Rp 5.000 per lembar saham," tulis manajemen Kino Indonesia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/3).

Adapun, penggunaan kas internal untuk membiayai pembelian kembali saham perseroan tersebut tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh, ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan. 

Manajemen KINO mengatakan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal yang disetor, serta dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor perseroan.

"Pelaksanaan rencana buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja dan pendapatan perseroan," lanjut manajemen.

Jika pembelian kembali saham dilakukan dengan dana maksimum Rp 150 miliar, maka jumlah aset perusahaan yang sebelumnya berjumlah Rp 5,32 triliun akan turun menjadi Rp 5,17 triliun. Sementara itu, ekuitas akan turun dari sebelumnya Rp 2,63 triliun menjadi Rp 2,48 triliun.

Pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia. Perseroan akan menggunakan jasa dari perantara pedagang efek.

Sebelumnya, perseroan telah melaksanakan aksi pembelian kembali saham tahap pertama pada periode 3 Februari hingga 15 Maret lalu. Selama periode tersebut, perseroan telah membeli kembali sebanyak 20 juta lembar saham dengan nilai Rp 67,95 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Kino hingga kuartal III 2021 turun hingga 56,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 78,63 miliar. Penurunan laba seiring dengan penjualan yang turun 5,75% dari Rp 3,11 triliun pada kuartal III 2020 menjadi Rp 2,93 triliun.

Kino Indonesia merupakan perusahaan barang konumer  yang memproduksi berbagai jenis produk kecantikan, seperti perawatan wajah, perawatan rambut, dan kosmetik. Perusahaan ini juga  memproduksi beragam produk perawatan rumah tangga seperti pembersih, pelembut, penyegar rumah, peralatan bayi, detergen pakaian, serta aneka minuman kemasan.

Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (21/3), harga saham Kino Indonesia terpantau bergerak menguat sebesar 5,88% ke level Rp 3.060 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 4,37 triliun. Sejak awal tahun, saham KINO sudah melesat 50,74%. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...