BRI Top! UMKM Pulih, Tancap Gas 3 Bulan Cetak Laba Rp12,22 Triliun

Padjar Iswara
Oleh Padjar Iswara - Tim Riset dan Publikasi
25 April 2022, 16:15
direksi BRI
BRI
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, Sunaso (tengah).

Menurut Sunasro, alasan BRI menyiapkan pencadangan yang sangat memadai tersebut untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian kondisi perekonomian ke depan. “

Sebab adanya perang Rusia – Ukraina, inflasi, serta potensi kenaikan suku bunga yang akan terus dilanjutkan oleh The Fed,” ujarnya

BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Kuartal I-2022, DPK BRI Group tercatat bertumbuh 7,39 persen.

Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, yang secara year on year meningkat sebesar 15,99 persen.

Apabila dirinci, giro tercatat bertumbuh 30,86 persen dan tabungan tumbuh 10,17 persen. Secara umum, saat ini proporsi CASA BRI tercatat 63,63 persen, meningkat dibandingkan dengan CASA pada kuartal I tahun lalu sebesar 58,91 persen.

Kemampuan BRI untuk meningkatkan proporsi dana murah tersebut berdampak positif bagi bisnis perseroan yang semakin efisien.

Sebagai bagian dari transformasi struktur liabilitas, BRI akan terus mendorong peningkatan proporsi CASA untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan.

Beberapa di antaranya melalui transaction based product and services di segmen wholesale serta penguatan fitur dan transaksi keuangan melalui BRImo, kata Sunarso.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas memadai dan permodalan yang kuat.

Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang tercatat sebesar 86,96 persen, dengan CAR 24,61 persen.

BRI pun mampu mencatatkan rasio efisiensi yang terus membaik. Hal itu terlihat dari BOPO BRI pada akhir Maret 2022 sebesar 69,34 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan BOPO periode yang sama tahun lalu sebesar 78,41 persen.

“Menurunnya BOPO ini tak lepas dari semangat efisiensi yang dilakukan oleh BRI,” ujar Sunarso. Di antaranya melalui keberhasilan transformasi digital, membaiknya rasio kredit bermasalah, serta semakin meningkatnya proporsi CASA atau dana murah di tubuh perseroan.

Dia mengatakan, posotifnya kinerja BRI dan semakin sehatnya fundamental perseroan serta strategic response yang tepat diiringi dengan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian global, BRI optimistis kinerja pada tahun ini akan dapat melampaui kinerja sebelum masa pandemi.

“Selain itu juga dapat menjaga sustainability kinerja ke depan,” ujarnya.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...