Cadangan Devisa RI Naik, IHSG Bergerak Menguat ke Level 6.652
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau dengan penguatan 0,09% atau 6,17 poin ke level 6.652 pada penutupan perdagangan Kamis (7/7). Penguatan ini sebagai respons positif investor mengenai kenaikan data cadangan devisa bulan Juni 2022.
Tercatat, cadangan devisa Indonesia Juni lalu naik menjadi sebesar US$ 136,4 miilar, atau setara Rp 2.044 triliun dari posisi bulan Mei yang tercatat sebesar US$ 135,6 miliar. KB Valbury Sekuritas dalam risetnya menilai, rilis data cadangan devisa ini menjadi penting di tengah tren pelemahan Rupiah terhadap dolar AS, setelah The Fed diperkirakan masih akan melakukan kenaikan suku bunga yang agresif pada Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli ini.
“The Fed juga berfokus untuk menjinakkan inflasi yang berada di tingkat overheating,” tulis KB Valbury Sekuritas, Kamis (7/7/).
Selain itu, sentimen yang menggelayuti pergerakan bursa saham Tanah Air bersumber dari terhadap tekanan inflasi global yang tinggi akibat adanya disrupsi supply akibat perang Rusia-Ukraina dan juga keadaan supply yang tidak berimbang pasca covid-19.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham dibuka di level 6.634 dengan rentang pergerakan 6.559-6.784 sepanjang hari. Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi hari ini mencapai Rp 9,48 triliun dengan volume sebanyak 17,95 miliar saham dan frekuensi sebanyak 990,8 juta kali.
Terdapat 302 saham bergerak naik, 188 saham melemah dan 189 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai kapitalisasi pasar IHSG menjadi Rp 8.781,95 triliun.
Adapun bursa saham di kawasan Asia mayoritas berada di zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat sebesar 1,47%, Shanghai Composite menguat 0,26%, Strait Times naik 0,88%, Hang Seng menguat 0,26%, dan Indonesia Composite menguat 0,09%. Sedangkan bursa saham Asia yang berada di zona merah yaitu Indonesia LQ45 terkoreksi 0,13%.
Lalu, semua indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau dipimpin oleh sektor teknologi naik 1,92%. Adapun, saham sektor teknologi yang naik yakni PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) naik sebesar 8,33% atau 575 poin menjadi Rp 7.475 per saham, PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) naik 4,32% atau 14 poin menjadi Rp 338 per saham, dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) naik 2,91% atau 45 poin menjadi Rp 1.590 per saham.
Sektor lain yang juga naik yakni, sektor transportasi naik 1,79%, sektor keuangan naik 1,70% , sektor konsumer primer naik 0,64%, sektor properti naik 1,11%, sektor industri dasar naik 0,70%, dan sektor infrastruktur 0,41%.
Sedangkan, sektor industrial turun 0,10%, sektor energi turun 0,15%, dan sektor kesehatan turun 0,10%, dan sektor non-primer terkoreksi 0,19%.
