Bursa Saham AS Melonjak Pasca-Kenaikan Bunga The Fed, Nasdaq Tembus 4%
Bursa saham Amerika melonjak pasca Federal Reserve (The Fed) umumkan kenaikan suku bunga pada Rabu (27/7) waktu setempat. Nasdaq melonjak lebih dari 4%, kenaikan harian terbesar sejak April 2022.
Indeks pertumbuhan S&P 500 melonjak 3,9% dan juga mencatatkan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak April 2020. S&P 500 ditutup pada level tertinggi sejak 8 Juni, dengan sektor teknologi memberikan dorongan terbesar bagi indeks. Sementara indeks Dow Jones naik 1,37%.
Kenaikan indeks wall street tersebut dipengaruhi oleh pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang menyanggah bahwa AS berada di jurang resesi. Sebelumnya, investor ekuitas telah khawatir bahwa kenaikan agresif oleh Fed dapat mengarahkan ekonomi ke dalam resesi. Komentar Powell telah memberi beberapa investor harapan untuk laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat.
"Saya tidak berpikir AS saat ini dalam resesi. Tidak masuk akal bahwa AS akan berada dalam resesi," katanya kepada wartawan setelah FOMC, dikutip dari Reuters, Kamis (28/7).
The Fed masih akan memantau data ekonomi AS, terutama inflasi, untuk menentukan langkah berikutnya. Tidak menutup kemungkinan laju kenaikan suku bunga melambat jika inflasi AS lebih rendah.
Bank Sentral AS tersebut kembali menaikkan bunga acuan 75 bps pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Rabu (27/7) waktu setempat . The Fed tidak melihat ekonomi AS saat ini berada dalam jurang resesi sekalipun inflasi dan kenaikan suku bunga menekan konsumsi.
Suku bunga sudah dinaikkan dalam empat pertemuan beruntun dengan total kenaikan mencapai 225 bps dan kini berada di level 2,25%-2,5%. Kenaikan bunga 75 bps dalam dua pertemuan terakhir, yakni Juni dan Juli, merupakan tindakan paling agresif yang pernah diambil The Fed sejak mereka memperkenalan suku bunga dana overnight sebagai alat utama kebijakan moneternya pada awal 1990-an.
"Ketika sikap kebijakan moneter semakin ketat, kemungkinan akan menjadi tepat untuk memperlambat laju kenaikan sembari memantau bagaimana penyesuaian kebijakan kami mempengaruhi ekonomi dan inflasi, ” kata Gubernur The Fed Jerome Powell dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (28/7).
