Kinerja Perusahaan Lampaui Konsensus, Bursa Wall Street Naik Tajam

Syahrizal Sidik
26 Oktober 2022, 07:23
Kinerja Perusahaan Lampaui Konsensus, Bursa Wall Street Naik Tajam
Pixabay/Rabbimichoel
Ilustrasi New York Stock Exchange, Wall Street

 

Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat kembali melanjutkan kenaikan tajam pada perdagangan Selasa (25/10) waktu setempat. Investor merespons positif kinerja keuangan emiten pada kuartal ketiga tahun ini yang tumbuh di atas ekspektasi konsensus pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average misalnya, naik 1,07%, indeks S&P 500 juga naik 1,63% dan indeks Nasdaq terpantau menguat 2,25%.

Di antara 11 sektor utama S&P 500 misalnya, semua sektor mencatat kenaikan kecuali di sektor energi. Sedangkan, sektor real estat mencatatkan kenaikan terbesar.

Seperti dikutip dari Reuters, musim pelaporan kuartal ketiga berjalan lancar, dengan 129 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerjanya. Dari jumlah tersebut, 74% telah mengalahkan ekspektasi konsensus, menurut Refinitiv.

Saham Coca-Cola Co naik 2,4% setelah perusahaan menaikkan perkiraan pendapatan dan labanya, mengandalkan permintaan yang stabil di tengah kenaikan harga. General Motors (GM.N) menegaskan kembali prospeknya setelah membukukan pendapatan yang solid, membuat sahamnya melonjak 3,6%.

Meski begitu, tidak semua kinerja emiten di bursa Wall Street kinerjanya kinclong. Saham Microsoft dan Alphabet, induk Google misalnya turun sekitar 7% karena hasil kinerja kuartalan yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Saham di bursa AS ditutup naik tajam pada hari Selasa karena data ekonomi yang lemah mengisyaratkan bahwa kebijakan agresif Fed mulai berlaku, sementara penurunan imbal hasil obligasi mendorong momentum reli bursa utama di Negeri Paman Sam.

"Ada peningkatan diskusi tentang titik terang untuk kenaikan suku bunga Fed," kata Bill Merz, kepala riset pasar modal di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.

Merz juga memperingatkan bahwa tidak akan diketahui untuk beberapa waktu apakah inflasi yang tinggi selama beberapa dekade secara tegas menuju target Fed.

"Kami melihat sedikit penangguhan dalam dolar dan imbal hasil obligasi jangka panjang telah turun sedikit," tambah Merz. "Faktor-faktor itu digabungkan untuk memberikan ruang bagi sedikit reli."

Saat ini, pasar keuangan hampir terbagi rata pada apakah kenaikan suku bunga bank sentral Desember akan berkurang menjadi 50 basis poin. Sampai saat ini, bank sentral AS telah menaikkan suku bunga 300 basis poin dan diperkirakan masih punya ruang menaikkan suku bunga 75 basis poin di November ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...