BI Diprediksi Tahan Suku Bunga, Berikut Rekomendasi 19 Saham Pekan Ini

 Zahwa Madjid
19 Juni 2023, 17:52
BI Diprediksi Tahan Suku Bunga, Berikut Rekomendasi 19 Saham Pekan Ini
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Karyawati berjalan di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/5/2023). IHSG BEI pada sehari sebelum hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih ditutup melemah 13,45 poin atau 0,20 persen ke posisi 6.663,11seiring pelemahan bursa saham di kawasan Asia dan global.

Pasar saham minggu ini akan banyak diwarnai sentimen ekonomi baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri misalnya Bank Indonesia (BI) diprediksi akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, seiring berlanjutnya penurunan inflasi domestik dan relatif stabilnya nilai tukar rupiah. 

Selain itu ada pula sentimen pertumbuhan kredit perbankan. Di mana sejak Februari 2023 pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan adanya tren penurunan, pada April lalu tercatat tumbuh 8,1% lebih rendah dari sebelumnya 9,9%.

“Data pertumbuhan kredit tersebut merupakan salah satu indikator dari prospek kinerja emiten di sektor keuangan,” kata Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Mino dalam keterangan resmi, Senin (19/6).

Sementara itu dari eksternal ada pidato sejumlah tokoh penting yang berpotensi mempengaruhi pasar. Mulai dari Jerome Powell dan pejabat The Fed lainnya, Presiden Fed St. Louis Jim Bullard, Presiden Fed New York John C. Williams, Presiden Fed Bank of Chicago Austan D. Goolsbee, anggota Dewan Gubernur The Fed Christoper J. Waller hingga anggota Dewan Gubernur Michelle W. Bowman.

“Sentimen eksternal lainnya yang juga wajib diperhatikan yakni perkembangan harga komoditas,” kata Mino.

Indo Premier merekomendasikan 19 saham untuk diperdagangkan pada pekan ini:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) support Rp 5.375 dan resistance Rp 5.800
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) support Rp 5.000 dan resistance Rp 5.250
  3. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dengan support Rp 402 dan resistance Rp 488
  4. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) support Rp 462 dan resistance Rp 540
  5. PT PP Tbk (PTPP) support Rp 550 dan resistance Rp 630
  6. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan support Rp 1.975 dan resistance Rp 2.150
  7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan support Rp 6.300 dan resistance Rp 6.875
  8. PT Timah Tbk (TINS) dengan support Rp 910, dan resistance Rp 1.040
  9. PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dengan support Rp 5.900 dan resistance Rp 6.675
  10. PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) support Rp 7.400 dan resistance Rp 8.500
  11. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) support Rp 1.390 dan resistance Rp 1.500,
  12. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) support Rp 2.050 dan resistance Rp 2.150
  13. PT Astra International Tbk (ASII) support Rp 6.675 dan resistance Rp5.025
  14. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) support Rp 2.120 dan resistance Rp 2.500
  15. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) support Rp 3.390, dan resistance Rp 4.240
  16. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) support 145 dan resistance Rp 180
  17. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) support Rp 7.325 dan resistance Rp 7.850
  18. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) support Rp 396 dan resistance Rp 418
  19. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia TbK (LSIP) support Rp 1.000 dan resistance Rp 1.050

IHSG Pekan Lalu 

Sebelumnya pada pekan lalu IHSG berakhir dalam zona hijau dengan kenaikan 0,1%. Kenaikan ditopang oleh sektor barang baku, teknologi dan energi sebesar 1,7%, sementara itu sektor yang melemah yakni sektor properti dan real estat -2,1%, konsumer non-primer -0,8% dan konsumer primer -0,6%.

Mino menjelaskan pada minggu lalu terdapat empat sentimen positif yang menopang IHSG. Yakni kenaikan harga komoditas, berlanjutnya tren penurunan inflasi di Amerika, dan dipertahankannya Fed Fund Rate, serta rencana pembagian dividen.

Komoditas yang naik signifikan pada minggu lalu adalah nikel, timah, kelapa sawit atau CPO, dan tembaga. Mino menilai kenaikan komoditas dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar dolar terhadap mata uang utama lainnya seiring dipertahankannya Fed Fund Rate dan solidnya data ekonomi Amerika.

"Selain itu, stimulus di Cina mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik dari saat ini," kata Mino.

Sentimen positif lainnya yakni rencana pembagian dividen emiten komoditas PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 12,6 triliun atau 100% dari laba bersih tahun 2022.

"Setiap pemegang saham PTBA akan mendapat dividen Rp 1.094 per lembar sham. Jika dibandingkan dengan harga penutupan pada saat diselenggarakannya RUPST yaitu Rp 3.630 maka imbal hasil dividennya setara dengan 30%,” kata Mino.

Sementara sentimen negatif pada minggu lalu yang menghambat laju IHSG, yakni turunnya penjualan ritel April, lebih rendahnya surplus neraca perdagangan Mei, dan aksi jual investor asing.

Mino menjelaskan penjualan ritel pada April tercatat tumbuh 1,5% secara tahunan lebih lambat dari bulan sebelumnya 4,9%, namun merupakan kenaikan ketiga kalinya secara berturut-turut.  

Terkait lebih rendahnya surplus neraca perdagangan Mei yakni turun menjadi US$ 0,4 miliar dari sebelumnya US$ 3,9 miliar. Sementara itu aksi jual investor asing pada minggu lalu, jual bersih mencapai sebesar Rp 2,3 triliun lebih besar dari minggu sebelumnya yang net sell Rp 0,3 triliun. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...