Analis Sayangkan Valuasi Tokopedia yang Dinilai Terlalu Rendah

Patricia Yashinta Desy Abigail
12 Desember 2023, 13:30
Analis Sayangkan Valuasi Tokopedia yang Dinilai Terlalu Rendah
Tokopedia
Tokopedia TikTok

Mandiri Sekuritas menilai soal kerja sama TikTok dengan lini bisnis e-commerce PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Tokopedia.

Menurut Mandiri Sekuritas aksi korporasi ini sempat memberikan respons negatif karena valuasi US$ 2 miliar dianggap tidak mencerminkan nilai wajar perusahaan baru (NewCo) yang akan dioperasikan Tokopedia untuk mengelola TikTok Shop.

"Menurut kami harga transaksi tersebut tidak mencerminkan nilai wajar NewCo, mengingat TikTok Shop Indonesia juga bernilai hanya US$ 340 juta (0,06x GMV 2023)," tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (12/12).

Mandiri Sekuritas menyebut jika investor perlu menilai nilai NewCo melalui beberapa hal. Pertama, 25% saham non dilutif GOTO di perusahaan-perusahaan yang baru bergabung. 

Di mana menurut Mandiri Sekuritas harus ada penciptaan nilai jangka panjang dari NewCo sebagai perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Dengan potensi pangsa pasar gabungan lebih besar 50% hingga 60% di masa mendatang dengan pengerahan uang tunai sebesar US$ 1,5 miliar.

Kedua, nilai sekarang dari aliran pendapatan dari NewCo. Ketiga, potensi keuntungan bagi bisnis fintech dan logistik GOTO melalui monetisasi ekosistem baru TikTok dan saldo tunai GOTO sebesar US$ 1,6 miliar dapat difokuskan kembali menjadi dua, bukan tiga vertikal.

Keempat, risiko terhadap harga saham GOTO dalam jangka menengah hingga panjang dalam skenario tanpa kesepakatan atau jika TikTok Shop bermitra dengan pihak lain.

Walau demikian kesepakatan ini harus memberikan peningkatan nilai bagi GOTO dalam jangka panjang. 

Mandiri Sekuritas menyebut beberapa risikonya mencakup beberapa hal. Pertama, ketidakpastian penciptaan nilai sehubungan dengan target pertumbuhan jangka panjang TikTok untuk NewCo dan preferensinya terhadap pangsa pasar versus profitabilitas. Sebab hal ini dapat mengubah persepsi pasar mengenai nilai 25% saham non-dilutif GOTO dan aliran pendapatan NewCo ke GOTO.

Kedua, risiko eksekusi NewCo. Terakhir yaitu ketidakpastian penciptaan sinergi di tingkat GOTO. "Sum of the parts (SOTP) valuasi kami senilai Rp 130, menilai 100% saham GOTO di Tokopedia senilai US$ 2,1 miliar. Pada valuasi post-money NewCo sebesar US$ 2 miliar," sebutnya.

Adapun SOTP merupakan proses menghitung valuasi perusahaan dengan menentukan seberapa nilai agregat divisinya, jika nantinya diakuisisi oleh perusahaan lain.


Hal ini secara teoritis menurunkan SOTP dari perkiraan Mandiri Sekuritas sebesar 17% menjadi Rp 108. Namun hal ini mengasumsikan tidak adanya penciptaan nilai positif dari posisi kepemimpinan pasar NewCo, peningkatan pertumbuhan jangka panjang serta potensi sinergi lebih lanjut.

Equity Research Analyst Mirae Asset Christopher Rusli mengatakan, akan terjadi kekhawatiran jangka pendek terkait penurunan valuasi Tokopedia yang kini hanya mencapai US$ 2 miliar setelah adanya penambahan modal baru dari TikTok.

Sebelumnya, menurut riset CB Insights pada April 2021, valuasi Tokopedia diperkirakan mencapai US$ 7 miliar sebelum rencana IPO. Christopher juga menyebut penurunan signifikan pada harga saham GOTO terjadi setelah pengumuman itu.

Melansir data perdagangan, harga saham GOTO pada penutupan sesi satu, Selasa (12/12) menguat 5,81% ke level Rp 91 dari level harga penutupan Selasa (11/12). Pada pembukaan perdagangan, saham GOTO sempat merosot ke level Rp 81 per saham sebagai level terendah.

Volume saham yang diperdagangkan tercatat 7,6 miliar dengan nilai transaksi Rp 664,25 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 60.829 kali. Sementara kapitalisasi pasarnya yaitu Rp 109,33 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...