Analis Jagokan Sektor Perbankan, Teknologi, dan Infrastruktur di 2024
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi dibuka kembali oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, pada Selasa (2/1). Analis menjagokan sektor saham perbankan, teknologi, dan infrastruktur sebagai penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun Pemilu 2024.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menyebut ada tiga sektor utama yang berpotensi menguat pada kuartal pertama 2024 ini. Berikut ketiga sektor utama tersebut:
Sektor Perbankan
Nafan mengungkapkan preferensinya terhadap saham-saham yang sedang mengalami peningkatan dalam berbagai aspek. Pada kuartal I 2024, ia fokus kepada saham-saham yang memiliki kinerja keuangan yang baik, terutama di sektor perbankan termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Nafan juga menyebut saham BBCA sebagai salah satu motor pendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Untuk awal tahun, saya lebih fokus ke yang improving ya. Misalnya, ada financials seperti Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BRI,” kata Nafan kepada Katadata.co.id saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/1).
Sektor Teknologi
Selain itu, Nafan juga menyoroti adanya perbaikan dalam sektor teknologi meskipun saat ini saham-saham di sektor ini tergolong tertinggal (lagging stocks). Untuk trading jangka pendek, Nafan mendorong investor untuk memanfaatkan kenaikan harga setelah terjadi kenaikan volume karena beberapa trader mencari keuntungan dalam jangka pendek. Sebaliknya, investor justru cenderung lebih memperhatikan investasi jangka panjang.
Dengan demikian, Nafan berharap kinerja kedua emiten teknologi, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus menunjukkan kemajuan yang positif. Namun, ia juga mengakui bahwa ada potensi untuk terjadi penurunan nilai aksi (action value) dan nilai barang dagangan (merchandise value) yang dapat berdampak pada kinerja kedua perusahaan teknologi itu.
“Itu sebenarnya bisa dicermati ya untuk kedua teknologi ini yang market cap-nya juga besar,” ucap Nafan.
Sektor Infrastruktur
Terakhir, Nafan menyebut saham PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi penopang sektor infrastruktur pada kuartal I 2024. Apabila mempertimbangkan untuk trading terutama untuk jangka pendek, saham TLKM merupakan pemimpin dalam sektor infrastruktur.
Selain ISAT dan TLKM, Nafan mengatakan PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga mendukung dinamika Pemilu di Indonesia. Nafan mengatakan Pemilu memengaruhi pasar, terutama provider yang menyediakan kuota besar yang digunakan untuk menyebarkan berita melalui platform seperti WhatsApp.
Kebutuhan komunikasi untuk kampanye diperkirakan akan turut mengerek konsumsi data internet yang disediakan oleh operator telekomunikasi. Hal ini tentu akan menjadi sentimen positif bagi saham-saham telekomunikasi. “Pasar berharap Pemilu 2024 akan berjalan dengan lebih aman dan damai dibandingkan dengan tahun 2019,” ujar Nafan.
