IHSG Diprediksi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham ASII hingga PGEO

Karunia Putri
9 Mei 2025, 06:39
Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2025). Pada penutupan perdagangan akhir pekan IHSG ditutup pada level 6.803 atau naik 0,22 persen.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.
Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2025). Pada penutupan perdagangan akhir pekan IHSG ditutup pada level 6.803 atau naik 0,22 persen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menurun pada perdagangan saham Jumat (9/5). Pergerakan IHSG diprediksi masih melanjutkan pelemahan setelah ditutup anjlok 1,42% ke level 6.827 Kamis kemarin.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan dalam risetnya bahwa indikator Stochastic RSI mulai turun dari area jenuh beli. Artinya, harga saham yang tadinya naik terus, sekarang mulai kehilangan tenaga dan berpotensi segera turun.

"Kondisi ini diperkirakan berlanjut pada perdagangan hari ini,” kata Valdy dalam risetnya Jumat (9/5).

Ia memprediksi  IHSG menguji support pada kisaran level 6.770. Pelaku pasar dalam negeri mulai memanfaatkan sejumlah sentimen negatif sebagai alasan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking), menyusul penurunan cadangan devisa Indonesia dan pelemahan saham-saham terkait emas.

Bank Indonesia mencatatkan cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 152,5 miliar pada April 2025 dari sebelumnya US$ 157,1 miliar pada Maret. Angka ini menjadi yang terendah sejak November 2024. Meski demikian, posisi cadangan devisa tersebut masih relatif aman, setara dengan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jauh di atas ambang batas kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

Tekanan tambahan datang dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 yang tercatat melambat ke level 4,87%. Kinerja ini turut memperkuat sinyal perlambatan aktivitas ekonomi dan memperkuat keputusan pelaku pasar untuk melakukan profit taking.

Di sisi lain, saham-saham yang selama ini menopang reli IHSG, seperti ANTM dan sejumlah emiten terkait emas lainnya mengalami koreksi tajam. Saham ANTM tercatat melemah 5,09% dalam sehari. 

Analis memperkirakan tren penurunan ini masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, seiring menurunnya minat investor terhadap aset safe haven pasca diumumkannya sejumlah kesepakatan dagang global.

Menurut riset yang dilakukan oleh Valdy, ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat dipantau di tengah melemahnya IHSG hari ini, yakni:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) 
  • PT Astra International Tbk (ASII) 
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) 

Senada dengan Valdy, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova meramal bahwa berpotensi memasuki fase koreksi dan dapat berlanjut jika turun di bawah level support 6.824. Ia melanjutkan bahwa dalam waktu dekat, IHSG berpotensi menguji area resisten di kisaran 6.870 hingga 6.890.

Ivan mengatakan bahwa jika indeks bergerak di bawah 6.824, maka koreksi berisiko berlanjut hingga level 6.765. Sementara menurut risetnya, level support IHSG berada di 6.824, 6.765 dan 6708. Kemudian level resistance di 6.950, 7041, 7100 dan 7.174.

“Indikator MACD menunjukkan kondisi netral,” kata Ivan.

Resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan saham tertahan.

Sementara support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Ivan juga menyarankan saham-saham berikut:

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 
  • PR Astra International Tbk (ASII) 
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)  
  • PT Vale indonesia Tbk (INCO) 
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) 

Selanjutnya, saham yang direkomendasikan oleh CGS International Sekuritas Indonesia antara lain:

  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
  • PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...