IHSG Diramal Naik usai Gencatan Perang Dagang, Analis Rekomendasikan Saham Bank
Indeks Harga Saham Gabungan diramal naik pada perdagangan Rabu (14/5), terdongkrak sentimen positif kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Saham-saham emiten bank BUMN dinilai dapat menjadi pilihan investor.
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, kesepakatan dagang Amerika Serikat-Cina berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan IHSG. Namun, Ia memperkirakan, kondisi IHSG yang overbought berpotensi membebani kenaikan indeks sehingga pergerakannya hari ini akan berada di rentang 6.800-6.950.
“Pasar juga menantikan kesepakatan AS-Indonesia. Koreksi harga emas lanjutan berpotensi mendorong berlanjutnya profit taking pada saham-saham produsen emas,” ujar Valdy dikutip dari risetnya, Rabu (14/5).
Valdy pun merekomendasikan saham-saham yang bisa dipantau, seperti saham BBRI, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova juga melihat IHSG berpotensi memulai tren kenaikan jangka pendek pada awal pekan ini dengan menguji kembali area resistance 6.870-6.890.
Ia memperkirakan area support IHSG berada di level 6765, 6708 dan 6640, sedangkan resistance di level di 6891, 6950, 7041 dan 7100. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan
kondisi netral.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
Adapun MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
”IHSG menembus di bawah 6.824 pada akhir pekan lalu, menandakan adanya potensi koreksi lanjutan nantinya jika gagal naik di atas 6.950,” kata Ivan dalam risetnya, Rabu (14/5).
Berikut rekomendasi saham yang diberikan Ivan:
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP)
Di sisi lain, MNC Sekuritas memprediksi koreksi terdekat IHSG akan menguji rentang area 6.713-6.759. Level support berada pada 6.759 dan 6.682, sedangkan resistance berada pada 6.986 dan 7.075. MNCS merekomendasikan beberapa saham yang bisa dipantau, antara lain:
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
