Prajogo Pangestu Sehari Belanja Rp 24,64 Miliar Borong Saham BRPT-CUAN-BREN
Konglomerat Prajogo Pangestu kembali melakukan pembelian saham besar-besaran di salah satu emiten miliknya. Kali ini, saham yang diakumulasinya adalah saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Berdasarkan keterbukaan informasi bursa yang dirilis Senin (19/1), Prajogo diketahui memborong 3 juta saham BRPT pada Kamis (15/1) pekan lalu. Saham itu dia beli tanpa perantara, menjadi kepemilikannya langsung.
Pembelian saham itu dia lakukan dalam satu kali transaksi saja di harga Rp 2.830 per unit. Adapun total dana yang dikeluarkan untuk transaksi tersebut mencapai Rp 8,49 miliar.
Dengan pembelian tersebut, saham BRPT yang dikuasai Prajogo pun naik dari 66.898.030.165 menjadi 66.901.030.165 saham. Porsi kepemilikannya meningkat dari 71,36% menjadi 71,363% atau bertambah 0,003%.
BRPT adalah emiten yang memiliki berbagai aset di sektor energi dan industri. Lewat cucu usahanya, Star Energy, perusahaan ini mengoperasikan sala satu perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia yang juga terbesar ketiga di dunia.
Dikutip dari Stockbit, BRPT kini tengah mengembangkan proyek pembangkit listrik tenga uap Jawa 9 & 10 Bersama anak usaha PLN, Indonesia Power. Pembangkit tersebut bakal dilengkapi dengan teknologi ultra super-critical berkapasitas 2 x 1.000 mW yang digandeng dengan teknologi pengurangan emisi mutakhir.
Tak hanya memborong saham BRPT, Prajogo juga menambah koleksi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Masih pada Kamis pekan lalu, dia membeli 3,5 juta saham emiten tambang itu dalam 11 kali transaksi.
Saham tersebut dia beli di kisaran harga Rp 1.850 hingga Rp 1.900. Total dana yang dia gunakan untuk pembelian saham tersebut sekira Rp 6,55 miliar.
Dengan pembelian itu, kepemilikan saham Prajogo di CUAN naik dari 94.517.650.000 (84,076%) menjadi 94.521.150.000 unit (84,079%) atau bertambah 0,003%.
Sebelumnya, Prajogo juga menambah kepemilikan sahamnya di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 0,001%. Hal itu dia lakukan setelah membeli 1 juta saham secara bertahap pada rentang harga Rp 9.525 hingga Rp 9.675 per unit, menghabiskan sekitar Rp 9,6 miliar pada Kamis (15/1).
Sehari sebelumnya, pada 13 Januari, dia juga memborong 1,33 juta saham BREN dengan total dana Rp 11,87 miliar. Dengan begitu, total belanja saham BRPT, CUAN, dan BREN oleh Prajogo pada Januari ini mencapai Rp 36,51 miliar. Sementara untuk transaksi satu hari pada 15 Januari saja, dia merogoh Rp 24,64 miliar.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai aksi akumulasi Prajogo tersebut sebagai upaya menjaga harga saham-saham konglomerat miliknya tetap stabil di tengah volatilitas pasar. Dia mencontohkan BREN yang saat ini masih berpotensi turun di bawah Rp 9.000, seiring penantian hasil konsultasi perubahan metode free‑float indeks MSCI.
