Taipan Prajogo Pangestu pada Jumat (23/1) kembali mengakumulasi saham CUAN, BRPT, dan BREN, saat harga saham-saham emiten yang terafiliasi dengannya tersebut mengalami tekanan secara "berjamaah".
Kekuatan utama BRPT ditopang oleh dua anak usahanya, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di sektor energi bersih, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di industri petrokimia.
Total belanja saham BRPT, CUAN, dan BREN oleh Prajogo Pangestu pada Januari ini mencapai Rp 36,51 miliar. Untuk transaksi satu hari pada 15 Januari saja, dia setidaknya merogoh Rp 24,64 miliar.
Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,2 triliun pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada perdagangan kemarin.
Analis merekomendasikan investor mengoleksi saham BBCA, BRPT, MEDC, dan TLKM di tengah potensi rekor baru IHSG hari ini yang diramal dapat menembus level 8.600.
Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Griya Idola dikabarkan berencana menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) anak usahanya di sektor properti,
Emiten milik konglomerat nomor satu Indonesia Prajogo Pangestu yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang Januari–September 2025. Perseroan mencatat laba bersih
Saham dua emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) termasuk yang paling banyak di borong investor asing kemarin.
Investor asing masih mencatatkan transaksi beli bersih di dua saham emiten milik Prajogo Pangestu, PT PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada Selasa (7/10).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,53 poin atau 0,52% ke level 8.182 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (7/10). Pada perdagangan hari sebelumnya IHSG ditutup di level 8.139.