Anak Usaha BCA (BBCA) Bakal Serap 70% Kredit Target Penjualan Mobil Gaikindo
Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yakni BCA Finance menyebut bakal menyerap sekitar 60%–70% dari target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 850.000 unit sepanjang 2026.
Direktur BCA Finance, Petrus Karim mengatakan, perseroan berkomitmen mendukung pencapaian target 850 ribu unit atau bahkan bisa lebih. Tak hanya itu ia menyebut pangsa pasar BCA Finance sekarang sekitar 10%.
“Biasanya persentase pembiayaan dari Gaikindo. Kalau Gaikindo bilang 800 ribu atau 850 ribu, kami akan ambil sekitar 60-70% itu kredit, rasionya kurang lebih begitu,” kata Petrus dalam “Mini Studio: Mobil & Motor Favorit Orang Indonesia: Mana yang Paling Worth It Dibeli Kredit?” di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Kamis (5/2).
Di samping itu, Petrus menilai prospek industri otomotif pada 2026 masih sangat besar. Ini didukung jumlah penduduk Indonesia yang mendekati 300 juta jiwa serta skala ekonomi yang kian kuat. Namun, menurut dia, tantangan utamanya masih seputar cara mengelola potensi tersebut dengan mendorong minat belanja masyarakat, khususnya untuk kendaraan, setelah sempat melemah pada tahun lalu.
“Kami sudah jalani ini 25 tahun dan meningkat terus kalau boleh dikatakan BCA Finance sekarang menjadi pembiayaan otomotif terbesar di Indonesia,” ucap Petrus.
Gaikindo sebelumnya menyampaikan target penjualan mobil optimistis bisa melepas sedikitnya 850.000 unit sepanjang 2026. Angka ini lebih tinggi daripada pencapaian pasar otomotif Nasional di 2025 yang cuma 803.687 (wholesales). Meski demikian, jumlahnya dinilai masih realistis untuk dicapai.
"Kami sudah sepakat pada tahun ini mematok target sebanyak 850 ribu unit," kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara.
Dia mengaku target tersebut masih bisa berubah tergantung kondisi pasar otomotif Indonesia. Penyelenggaraan pameran otomotif serta kehadiran merek dan model kendaraan baru diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan setelah libur Lebaran.
"Harapannya setelah itu harusnya kita bisa sedikit agresif. Karena cukup panjang waktunya dari Maret sampai ke akhir tahun nanti," kata Kukuh.
Untuk diketahui, sepanjang 2025 wholesales mobil di Indonesia hanya mencapai 803.687 unit. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 889.680 unit.
