Putus Hubungan dengan Bumiputera, Bhinneka Life Klaim Kinerja Positif
PT Bhinneka Life – dulunya PT Asuransi Jiwa Bumiputera – terus melanjutkan bisnis meskipun tak lagi menjadi bagian dari skema restrukturisasi perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera. Perusahaan mengklaim kinerja positif dengan jumlah pemegang polis menembus angka 100 ribu.
Direktur Utama PT Bhinneka Life Indonesia PT Wiroyo Karsono mengatakan, per Desember 2017, jumlah aset perusahaan mencapai Rp 1,23 triliun dan modal disetor berjumlah Rp 600 miliar. Sementara itu, laba komprehensif mencapai Rp 11,4 miliar dan rasio permodalan tinggi. “Risk Based Capital (RBC) 417%, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan sebesar 120%,” kata dia di Jakarta, Kamis (7/6).
(Baca juga: Batal Lanjutkan Restrukturisasi, AJB Bumiputera Beroperasi Lagi)
Menurut dia, bisnis perusahaan berjalan baik seiring dengan jumlah pemegang polis yang terus bertambah. Jumlah pemegang polis mencapai 100 ribu pada Desember 2017, sedangkan tahun ini, terdapat penambahan 3-5 ribu pemegang polis setiap bulannya. Adapun rata-rata premi untuk kelas menengah ke bawah sebesar Rp 4 juta, sedangkan premi untuk kelas menegah ke atas Rp 15-20 juta.
Sementara itu, total klaim sepanjang Januari hingga April 2018 mencapai Rp 31,35 miliar. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan jumlah klaim akhir tahun lalu yang sebesar Rp 9,15 miliar. Wiroyo Wiroyo membantah peningkatan jumlah klaim tersebut dampak putus hubungan dengan AJB Bumiputera, dan berubah nama.
(Baca juga: Beroperasi Kembali, Bumiputera Kantongi Premi Rp 1,2 Triliun)
Ia mengatakan lonjakan terjadi lantaran banyaknya pemegang unit link yang mengklaim hasil investasinya. Jadi, bukan hanya karena klaim kematian dan sakit. Adapun jumlah penjualan unit link mencapai 30% dari total premi tahun 2017. "Tahun lalu itu kan sampai Januari saham itu tinggi, jadi mereka realisasikan hasil keuntungannya," kata dia.
Saat ini, perusahaan tengah mengupayakan penambahan agen asuransi baru untuk memperluas pasar. Perusahaan menargetkan penambahan seribu agen baru, dari saat ini sebanyak 18 ribu orang. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung program 10 juta agen Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
Jumlah kantor pemasaran juga akan terus ditambah untuk memperluas pasar hingga ke pelosok daerah. Sejauh ini, perusahaan mengklaim telah memiliki 358 kantor pemasaran yang tersebar di lebih dari 150 kota. Sementara itu, jumlah kantor wilayah mencapai 25 kantor.
Ia pun meyakinkan, pemegang polis telah mengetahui tentang perubahan nama perusahaan setelah putus hubungan dengan AJB Bumiputera. Hal itu lantaran pihaknya sudah mengkomunikasikannya melalui surat dan pesan singkat.
