Bos BSI: Usai Merger Nasabah Capai 19 Juta, Kapitalisasi Rp 72 Triliun

Patricia Yashinta Desy Abigail
10 Oktober 2023, 17:52
Bos BSI Ungkap Dampak Merger: Masuk Top 10 dan Nasabah Tembus 19 Juta
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi menyebut pasca merger, saat ini BSI menjadi bank terbesar ke 7 dari 10 bank di Indonesia. Jumlah nasabah mencapai 19 juta.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mengklaim jika aksi penggabungan usaha atau merger tiga bank syariah BUMN, yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah berhasil.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan aksi merger memiliki risiko gagal. Sebab menurutnya, ada rintangan yang sulit saat perusahaan melakukan penggabungan usaha misalnya seperti penyelarasan budaya setiap perusahaan.

"Merger hampir 70% sampai 75% di dunia itu gagal, yang sukses itu hanya 25% sampai 30%," kata Hery dalam acara Ngopi BUMN di Gedung BUMN Jakarta, Selasa (10/10).

Dia mengatakan, pasca merger BSI masuk ke dalam 10 besar perbankan nasional. Dari data yang dipaparkannya, dari sisi aset BSI saat ini berada dalam posisi ke 7 di antara bank-bank top 10 di Indonesia, yaitu mencapai Rp 314 triliun per Juni 2023.

Lalu dari sisi tabungan dana murah BSI sudah mencapai Rp 111 triliun. Selanjutnya, dari sisi pembiayaan BSI berada di peringkat ke-6 yaitu senilai Rp 222 triliun.

"Kemudian consumer financing itu nomor 5 sekarang yaitu Rp 120 triliun, sudah dekat dengan bank-bank besar big four, padahal BSI baru 2,5 tahun," sebutnya.

Sementara itu, dari sisi nilai kapitalisasi pasar, sebelum penggabungan hanya Rp 4,96 triliun pada 9 Mei 2018 lalu. Namun, per 10 Oktober 2023, nilai kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp 72,19 triliun.

Dia mengatakan sangat mengapresiasi Kementerian BUMN yang melakukan konsolidasi tiga bank syariah, sehingga dampaknya sangat besar saat ini. Hery juga mengatakan ranking ini tidak hanya di lokal, efek dari merger pada cabang BSI ini menjadikan perusahaan masuk ke dalam jajaran nomor lima dengan cabang terbanyak di Indonesia yaitu 1.031 cabang dari data per 2021.

Selain itu, merger juga berdampak terhadap jumlah nasabah yang signifikan. Sebelum merger, kata Hery, jumlah nasabah hanya 14 juta. Namun setelah merger, saat ini jumlah nasabah bank dengan kode BRIS ini sudah bertambah menjadi 19 juta.

"Mungkin akhir tahun ini bisa tembus 20 juta nasabah. Yang menarik lagi 2,5 tahun merger ini pertumbuhan nasabah baru sekitar 5 juta," sebutnya.

Adapun, BRIS mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 2,82 triliun pada semester pertama 2023. Perolehan laba BRIS naik 32,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,13 triliun.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perusahaan pada Selasa (19/9), BRIS membukukan pendapatan dari penyaluran dana Rp 11,31 triliun di semester pertama 2023. Raihan pendapatan tersebut mengalami peningkatan 15,67% dari sebelumnya Rp 9,78 triliun. Secara rinci, pendapatan dari penyaluran dana berasal dari pendapatan dari piutang Rp 6,65 triliun, naik 12,46% dari sebelum Rp 5,91 triliun.

Pendapatan piutang disokong dari murabah Rp 6,17 triliun, tumbuh 12,44% dari periode yang sama tahun lalu Rp 5,49 triliun Selanjutnya, pendapatan dari bagi hasil, BRIS memperoleh Rp 2,8 triliun dari sebelumnya Rp 2,2 triliun. Pendapatan bagi hasil ditopang dari musyarakah sebesar Rp 2,76 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...