Astra Dikabarkan akan Lego Astra Life Rp 7,5 T, Ini Jawaban Manajemen

Lavinda
Oleh Lavinda
27 September 2022, 13:57
Astra
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gedung Astra (12/8).

Perusahaan induk Grup Astra, PT Astra International Tbk (ASII), dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi untuk melego unit usaha asuransi jiwa miliknya, PT Asuransi Jiwa Astra atau dikenal dengan Astra Life.

Dikutip dari Bloomberg, saat ini perusahaan bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengkaji opsi penjualan strategis dengan potensi transaksi yang diperkirakan bernilai maksimal US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun (Asumsi kurs Rp 15.183/US$). Secara rinsi, Astra disebut-sebut mengincar valuasi sekitar US$ 300 juta - US$500 juta untuk perusahaan asuransi jiwa miliknya.

Pemegang saham diisukan sedang mempertimbangkan opsi terkait skema penjualan. Selain penjualan penuh, opsi lain yang dipertimbangkan ialah penjualan sebagian dan mendirikan usaha patungan atau joint venture.

Kesepakatan juga dapat melibatkan kemitraan bancassurance, di mana perusahaan asuransi dapat menjual produknya di cabang bank dan saluran ritel lainnya untuk jangka waktu tertentu.

Menurut sumber, diskusi ini masih dalam tahap awal dan Astra masih bisa memutuskan untuk mempertahankan aset tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Head of Investor Relation Astra Internasional Tira Ardianti mengaku tak dapat memberi komentar terkait spekulasi yang beredar di pasar saham.

"Kami tidak mengomentari spekulasi di pasar mengenai bisnis kami. Jadi kami tidak memberikan komentar atas pemberitaan yang ada. Semoga dimengerti," ujar Tira kepada Katadata.co.id, Selasa (27/9).

Dikutip dari laman jejaring resmi perusahaan, Astra Life didirikan pada 2014 dengan menawarkan berbagai produk asuransi, termasuk asuransi jiwa konvensional, asuransi kesehatan dan kecelakaan, serta asuransi jiwa syariah.

Berdasarkan laporan tahunan 2021, perusahaan melaporkan premi bruto sebesar Rp 5,7 triliun dengan total aset sebesar Rp 7,1 triliun. Adapun, nasabah Astra Life tercatat sebanyak 3,5 juta orang sampai akhir tahun lalu.

Grafik:

Astra International memang gencar melakukan ekspansi di berbagai bidang usaha miliknya. Sebelum kabar ini, Grup Astra melalui anak usahanya PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial), telah menyelesaikan transaksi akuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ).

Nantinya, Astra dan WeLab berencana untuk menjadikan BJJ sebagai bank digital di Indonesia. Proses penyelesaian transaksi ditandai dengan telah diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses akuisisi dilakukan bersama dengan perusahaan asal Singapura, WeLab melalui WeLab Sky Limited (WeLab Sky). Astra dan WeLab sama-sama menggenggam 49,56% saham Bank Jasa Jakarta. Alhasil, keduanya menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali bank.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan, investasi di BJJ sejalan dengan aspirasi Astra pada pilar jasa keuangan untuk menjadi penyedia layanan jasa keuangan ritel di Indonesia, serta mendukung perkembangan industri jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data RTI, harga saham Astra International meningkat 0,72% atau 50 poin ke level Rp 7.025 pada perdagangan pukul 13.55 WIB , Selasa (27/9) hari ini. Harga saham dibuka di zona hijau dengan level Rp 7.000 dibanding penutupan kemarin Rp 6.975. Adapun, nilai kapitalisasi pasar Astra kini berada di level Rp 283,38 triliun.

Harga saham ASII telah meningkat sekitar 22% sepanjang tahun ini, mengungguli benchmark Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik sekitar 8% pada periode yang sama. 

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...