Taspen akan Pulihkan Kerugian Negara Rp 1 Triliun Lewat Investasi SBN dan Saham
PT Taspen optimistis dapat mengembalikan kerugian negara senilai Rp 1 triliun dengan mengoptimalkan penempatan di Surat Berharga Negara. Pengelola dana pensiun aparatur sipil negara itu akan menempatkan uang tunai senilai Rp 883 miliar hasil pemulihan aset dari kasus korupsi investasi dana pensiun pada instrumen saham dan SBN.
Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto berencanamenempatkan sebagian dana segar tersebut ke saham dengan kapitalisasi pasar besar atau saham blue chip. Sejauh ini ada lima emiten perbakan yang masuk dalam indeks LQ45, yakni PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk.
"Kami akan memasukkan dana kelolaan kami ke saham-saham yang menguntungkan, khususnya saham perbankan sesuai dengan program Menteri Keuangan," kata Rony kepada Katadata.co.id, Kamis (20/11).
Rony menekankan penempatan dana kelolaan pada saham perbankan blue chip akan melihat momentum. Walau demikian, tulang punggung skema investasi PT Taspen adalah penempatan SBN atau hingga 60% dari total kelolaan Taspen.
Karena itu, Rony optimistis dapat mengembalikan kerugian senilai Rp 1 triliun melalui penempatan investasi konservatif pada pemulihan aset senilai Rp 883 miliar. Menurutnya, pemulihan kerugian aset tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama.
Di sisi lain, Rony menilai pemulihan aset Taspen oleh KPK secara otomatis mengembalikan kepercayaan nasabah ke perseroan. Untuk diketahui, Taspen mengelola seluruh dana pensiun milik aparatur sipil negara secara otomatis.
Walau demikian, Rony berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola perseroan, khususnya terkait kualitas manajemen dalam proses investasi. Menurutnya, hal tersebut dapat mencegah terulangnya kasus korupsi di tubuh Taspen.
"Kami sudah memperbaiki kelemahan beberapa prosedur internal saat ini. Selain itu, kami telah melakukan audiensi dengan KPK untuk memperbaiki sistem investasi kami," ujarnya.
Walau demikian, Rony menekankan strategi utama untuk mencegah kegiatan korupsi di Taspen adalah peningkatan integritas tenaga kerja perseroan. Peningkatan integritas menjadi hal terpenting untuk pihaknya sat ini.
"Kurang cakap bisa diperbaiki dengan pengalaman, tapi kalau kurang jujur itu tidak ada obatnya. Jadi, yang kami perbaiki pertama kali adalah integritas teman-teman di Taspen," katanya.
