Sri Mulyani Taksir Anggaran Pemulihan Ekonomi Membengkak Jadi Rp 619 T

Agatha Olivia Victoria
3 Februari 2021, 16:32
PEN, anggaran, sri mulyani, pandemi corona
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan anggaran PEN menunjukkan Covid-19 masih menjadi prioritas penting pemerintah.

Peneliti Institute of Development for Economics and Finance Sugiyono Madelan Ibrahim memperkirakan defisit APBN 2021 akan melebar dengan adanya potensi kenaikan dana PEN tahun ini. "Ekonomi memang masih belum pulih akibat Covid-19," ujar Sugiyono kepada Katadata.co.id, Rabu (3/2).

Pemerintah mencatatkan defisit APBN 2020  mencapai Rp 956,3 triliun atau 6,09% dari Produk Domestik Bruto. Sementara dalam APBN 2021, kekurangan anggaran ditargetkan Rp 1.006,4 triliun atau 5,7% dari PDB. 

Advertisement

Sugiyono menilai, defisit primer dan defisit anggaran masih akan menjadi persoalan yang sangat penting pada pemerintahan sekarang dan berlanjut pada pemerintahan berikutnya. Apalagi dengan besarnya defisit, pemerintah memerlukan dana yang lebih besar untuk membayar utang negara.

Posisi utang pemerintah Indonesia per akhir Desember 2020 sebesar Rp 6.074,56 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 38,68%. Jumlah utang tersebut meningkat 27% dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 4.778 triliun atau 29,8% terhadap PDB.

Peningkatan ini dikarenakan pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Selain itu terdapat peningkatan kebutuhan pembiayaan dalam menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement