Rupiah Menguat di Tengah Penantian Reshuffle dan Hasil Rapat BI
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,22% ke level Rp 14.515 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini, Selasa (20/4). Rupiah perkasa di tengah penantian hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Mengutip Bloomberg, rupiah kian perkasa ke Rp 14.512 per dolar AS hingga pukul 10.00 WIB. Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,2%, dolar Taiwan 0,26%, won Korea Selatan 0,3%, peso Filipina 0,13%, yuan Tiongkok 0,14%, dan ringgit Malaysia 0,1%. Sementara, yen Jepang melemah 0,06%, dolar Hong Kong 0,01%, rupee India 0,7%, dan baht Thailand 0,05%.
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, pasar sedang menanti hasil RDG BI saat ini. "Kecenderungannya suku bunga acuan akan tetap," ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (20/4).
Kendati demikian, ia memperkirakan rupiah akan cenderung terdepresiasi hari ini. Pasar menanti pergantian kabinet Joko Widodo. Presiden dikabarkan akan merombak atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju seiring perubahan nomenklatur beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L).
Kementerian Riset dan Teknologi akan melebur ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, Jokowi juga akan membentuk Kementerian Investasi. Dari sejumlah informasi yang dihimpun Katadata.co.id, kocok ulang pembantu Presiden hanya tinggal menunggu waktu. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia kemungkinan besar akan menjabat sebagai Menteri Investasi.
Nadiem Makarim tetap akan menjabat sebagai Mendikbud dengan fungsi tambahan bidang Ristek. Meski demikian, belum jelas apakah Menristek sebelumnya Bambang Brodjonegoro akan menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atau tidak.
Di sisi lain, Nafan menyebutkan bahwa ketegangan antara AS dan Rusia, juga akan menjadi sentimen negatif. Pasar turut pula mengkhawatirkan kenaikan kasus Covid-19 secara global. "Rupiah kemungkinan resisten di Rp 14.590 dengan support Rp 14.530 per dolar AS," katanya.
Melansir Worldometers, kasus positif corona di dunia mencapai 142,69 juta pada pagi hari ini. Angka kematian mencapai 3,04 juta dan kesembuhan 121,19 juta.
Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede mengatakan bahwa rupiah memang diperdagangkan menguat terbatas sejak sesi pembukaan kemarin. "Ini dipengaruhi oleh turunnya indeks dolar AS," kata Josua kepada Katadata.co.id, Selasa (20/4).
Pada hari ini, pelaku pasar akan cenderung mengantisipasi hasil dari kebijakan suku bunga BI yang kemungkinan akan dipertahankan pada level 3,5% untuk mendukung pemulihan ekonomi. Menurut dia, hal tersebut sekaligus sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar.
Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS turun 0,04% ke level 91,04. Josua menilai, pelemahan mata uang Negeri Paman Sam didukung oleh penguatan pound Inggris dan euro.
Menurut dia, penguatan pound Inggris terjadi akibat progress yang cepat dari vaksinasi di negeri tersebut dan sebagai hasilnya pemerintah akan membuka perekonomian dalam waktu dekat. Hal ini kemudian mendorong meningkatnya optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi di Inggris.
Sementara itu, euro menguat akibat meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Uni Eropa tidak akan menambah pembelian obligasinya. "Dengan demikian, hal itu yang memberikan sinyal positif terkait pemulihan ekonomi di Eropa," ujar Josua.
Josua mengatakan bahwa imbal hasil obligasi AS naik menjadi 1,6% pada kemarin. Sementara, pasar saham AS turun seiring dengan DJIA, S&P500, dan NASDAQ yang masing-masing melemah 0,36%, 0,53%, dan 0,98%.
