Rupiah Dibuka Melemah, Masih Dibayangi Perang Rusia dan Ukraina

Abdul Azis Said
7 Maret 2022, 09:42
rupiah, rusia, ukraina, harga minyak
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 36 poin ke level Rp 14.423 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pagi ini. Pelemahan rupiah dibayangi kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas akibat perang Rusia dan Ukraina.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah berbalik menguat ke arah Rp 14.410 pada Pukul 09.20 WIB. Namun ini belum kembali ke level penutupan perdagangan akhir pekan lalu RP 14.410 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya kompak melemah pagi ini. Yen Jepang melemah 0,1%, yuan Cina dan ringgit Malaysia masing-masing 0,05%, Bath Thailand melemah 0,62%, dolar Hong Kong 0,04%, dan dolar Singapura 0,21%.

Lalu dolar Taiwan dan peso Filipina kompak melemah 0,43%, won Korea Selatan 0,99% dan rupee India 0,34%.

Analis pasar uang Ariston Tendra memperkirakan rupiah kembali tertekan pada perdagangan awal pekan ini di kisaran Rp 14.450 per dolar AS. Ini dengan potensi penguatan di kisaran Rp 14.350 per dolar AS.

Pergerakan rupiah masih dibayangi oleh perang Rusia dan Ukraina.

"Sentimen pasar terlihat cukup negatif terhadap aset berisiko pagi ini. Perang yang masih jauh dari kata usai sehingga mendorong kenaikan harga komoditas dan energi yang berimbas pada potensi inflasi," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Senin (7/3).

Selain itu, pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat kemarin (6/3) mempertimbangkan pengenaan sanksi berupa larangan impor minyak dan gas dari Rusia. Ini mendorong harga energi kembali melambung.

Dikutip dari Bloomberg, harga minyak mentah WTI kontrak April 2022 naik 7,4% pagi ini menjadi US$ 124,24 . Diikuti Brent kontrak Mei 2022 meningkat 8,4% menjadi US$ 128.

Kenaikan harga energi dan komoditas yang mendorong inflasi akan mengganggu ekonomi global yang kini dalam proses pemulihan dari pandemi.  "Kekhawatiran pasar ini mendorong pasar masuk ke aset aman di emas dan dolar AS," kata Ariston.

Pelemahan di aset berisiko juga terlihat dari pasar saham Asia yang melemah pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,6%, Shanghai SE Composite Cina 1,3%, Hang Seng Hong Kong 4,9%, Kospi Korea Selatan 2,5%, Nifty 50 India 1,53%, dan Taiex Taiwan 2,5%.

Di Asia Tenggara, IHSG melemah 0,6%, FTSE Bursa Malaysia KLCI 1,1%, Strait Times 0,7%, dan Thai Set 50 1,6%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...