Lelang Sukuk Pemerintah Sepi Peminat Gara-gara Perang Rusia - Ukraina

Abdul Azis Said
9 Maret 2022, 08:14
sukuk, lelang sukuk, utang pemerintah
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Pemerintah hanya memenangkan Rp 6,2 triliun penawaran yang masuk dalam lelang sukuk pada Selasa (8/3).

Lelang pertama Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk pertama pada Maret 2022 mencatat total penawaran yang masuk sebesar Rp 15,3 triliun atau kurang dari separuh incoming bids dalam lelang sukuk sebelumnya. Penurunan pada minat investor dalam lelang kali ini ikut terimbas perang Rusia dan Ukraina.

Direktur Pembiayaan Syariah Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina membawa perekonomian dunia dalam arah ketidakpastian, termasuk Indonesia. Harga-harga komoditas yang merangkak naik menimbulkan kekhawatiran kenaikan inflasi global dan domestik.

Advertisement

"Investor asing mulai beralih kepada aset-aset safe haven, sehingga terjadi outflow di negara-negara emerging market termasuk Indonesia," kata Dwi kepada Katadata.co.id, Selasa (8/3).

Di samping itu, penurunan pada jumlah incoming bids yang masuk di lelang sukuk kemarin juga masih terpengaruh sentimen pengetatan moneter The Fed. Investor disebut masih wait and see terkait hasil FOMC Meeting bulan Maret, khususnya terkait kenaikan suku bunga acuan dan respons The Fed terhadap kondisi pasar global.

Dari total penawaran yang masuk, pemerintah hanya memenangkan sebesar Rp 6,2 triliun. Nilai ini juga lebih kecil dari lelang sukuk sebelumnya yang memenangkan Rp 9 triliun. "Nominal yang dimenangkan lebih kecil sesuai owner estimated yield yg sudah dibuat pemerintah," kata Dwi.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement