Sri Mulyani Waspadai Awan Gelap Ekonomi Dunia yang Mengancam Indonesia

Abdul Azis Said
30 Agustus 2022, 12:35
ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Ilustrasi. Pertumbuhan ekonomi indonesia diperkirakan mencapai 5,3% pada tahun depan.

Perekonomian global memasuki periode suram akibat meningkatnya inflasi, pengetatan likuiditas hingga dampak perang Rusia dan Ukraina. Kondisi ekonomi dunia ini dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi tahun depan. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, kinerja ekonomi domestik sampai dengan kuartal kedua cukup mengesankan dengan pertumbuhan sebesar 5,44%. Kinerja ini ditopang oleh pemulihan mobilitas masyarakat yang mengerek daya beli, serta kinerja ekspor yang masih cerah berkat harga komoditas.

"Namun, kita tetap menjaga kewaspadaan tinggi karena ada awan tebal dan gelap dalam bentuk inflasi, kenaikan suku bunga, pengetatan likuiditas dan pelemahan ekonomi negara-negara maju, serta ketegangan geopolitik bahkan mulai melanda perekonomian di Eropa, AS, dan Cina," kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (30/8).

Kondisi tersebut menimbulkan rambatan negatif ke seluruh dunia dalam bentuk krisis pangan dan energi karena kenaikan harga tajam. Inflasi yang menanjak telah  mendorong pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara maju. Sejumlah bank sentral seperti bank sentral AS (The Fed), bank sentral Eropa (ECB) hingga bank sentral Inggris telah mengumumkan kenaikan bunga agresif.

Kenaikan suku bunga ini menyebabkan gejolak di pasar uang dan arus modal ke luar dari negara-negara berkembang dan emerging. Keluarnya modal asing tersebut kemudian berpotensi melemahkan nilai tukar, seperti yang terlihat beberapa bulan terakhir.  Nilai tukar rupiah telah terdepresiasi lebih dalam di tengah pengumuman kenaikan bunga The Fed yang agresif. 

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...