Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketidakpastian ekonomi global melalui serangkaian aksinya, mulai dari menyerang Venezuela, keinginan mencaplok Greenland, serta serangkaian ancaman tarif.
Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang memburuk bukan hanya menjadi isu bilateral, tetapi ikut memperpanjang daftar sumber ketidakpastian yang kini membayangi pasar keuangan dunia.
Kemenangan Trump di Pilpres AS berpotensi positif untuk ekonomi AS namun bermasalah bagi pasar global dan negara emerging, termasuk Indonesia dan meningkatkan volatilitas pasar saham.
Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengindikasikan penurunan penerimaan pajak tahun ini akibat penurunan harga harga batu bara dan ekonomi global yang stagnan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai utang Indonesia masih terjaga di bawah batas aman, meski negara maju dan berkembang mengalami lonjakan utang signifikan setelah pandemi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai sejumlah kondisi global yang dapat berdampak kepada ekonomi Indonesia sekalipun sinyal penurunan suku bunga Federal Reserve semakin kuat.