Rupiah Melemah Pagi Ini Tertekan Komentar Hawkish Pejabat The Fed

Abdul Azis Said
17 April 2023, 09:59
rupiah, rupiah melemah, dolar AS, the fed
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah diperkirakan tertekan hari ini di tengah komentar hawkish pejabat The Fed. Rupiah berpeluang terkoreksi dengan bergerak di rentang Rp 14.750-Rp 14.900 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 57 poin ke level Rp 14.762 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Komentar hawkish pejabat bank sentral AS, The Fed soal perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut akan membebani rupiah hari ini.

Hawkish biasa muncul sebagai respons untuk menggambarkan kebijakan moneter yang cenderung kontraktif, seperti menaikkan suku bunga atau mengurangi neraca bank sentral. Sedangkan dovish biasanya diterjemahkan pasar ketika bank sentral berbicara tentang penurunan suku bunga atau meningkatkan pelonggaran kuantitatif untuk merangsang ekonomi.

Mengutip Bloomberg, rupiah berbalik menguat tipis ke level Rp 15.755 pada pukul 09.50 WIB, atau terkoreksi 0,35% dari posisi penutupan akhir pekan lalu.

Mayoritas mata uang Asia lainnya terkoreksi pagi ini. Won Korea Selatan anjlok 1,03%, peso Filipina 0,54%, ringgit Malaysia 0,39%, baht Thailand 0,16%, yuan Cina 0,11%, dolar Taiwan 0,2%, dolar Singapura 0,15%, yen Jepang 0,04% dan dolar Hong Kong 0,01%.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan tertekan hari ini di tengah komentar hawkish pejabat The Fed. Rupiah berpeluang terkoreksi dengan bergerak di rentang Rp 14.750-Rp 14.900 per dolar AS.

Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller melihat penurunan inflasi di AS belum menunjukkan banyak menunjukkan kemajuan  sekalipun kenaikan bunga secara agresif sudah ditempuh sejak tahun lalu. Oleh karena itu, ia menilai pengetatan moneter lebih lanjut masih diperlukan. 

"Rupiah diperkirakan akan melemah, tertekan oleh naiknya imbal hasil obligasi AS dan rebound pada dolar AS setelah komentar hawkish dari beberapa pejabat The Fed," kata Lukman dalam catatannya pagi ini, Senin (17/4).

Inflasi konsumen AS periode Maret sebesar 0,1% secara bulanan dan 5% secara tahunan, lebih rendah 0,1 poin persentase dari perkiraan pasar. Inflasi tahunan turun dari bulan sebelunnya masih 6%. Inflasi inti, yang tidak menghitung kenaikan harga pangan dan energi, 0,4% secara bulanan dan 5,6% secara tahunan sesuai ekspektasi pasar. 

Gubernur The Fed Chicago Austan Goolsbee secara terpisah menyebut bahwa sejumlah data saat ini menunjukkan, inflasi berada pada jalur penurunan yang tepat. Meski demikian, ia memperingatkan tak perlu bereaksi berlebihan atas informasi jangka pendek, mengirim sinyal bahwa tugas The Fed ke depan belum selesai.

Lukman menyebut, pasar akan menantikan rilis data neraca dagang domestik yang diperkirakan kembali melanjutkan surplus besar. Beberapa perkiraan ekonom memperkirakan surplus dagang Maret menyusut dari bulan sebelumnya tetapi relatif masih besar. 

"Rilis data ini bisa menahan rupiah dari tekanan lebih lanjut dari dolar AS," kata Lukman. 

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah masih menguat hari ini terbantu ekspektasi The Fed hanya akan menaikkan suku bunga satu kali lagi yakni pada bulan depan sebesar 25 bps.  Oleh karena itu, ia memperkirakan potensi penguatan hari ini ke arah support Rp 14.650, dengan potensi resisten di kosaran Rp 14.750 per dolar AS.

"Di sisi lain, pasar mulai mewaspadai penguatan dolar AS karena komentar petinggi The Fed dan data ekonomi AS yang lebih bagus dari ekspektasi yang dirilis pada Jumat malam kemarin," kata Ariston dalam catatannya pagi ini.

Data keyakinan konsumen yang dikeluarkan University of Michigan menunjukkan kenaikan pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Data produksi industri AS bulan Maret yang naik 0,4% juga di atas ekspektasi pasar sebesar 0,2%.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...