Jokowi Siapkan Program Unggulan Prabowo - Gibran dalam RAPBN 2025

Ringkasan
- Bank Mega Syariah optimistis mencatatkan kinerja positif pada 2024 dengan fokus pada bisnis segmen retail yang memiliki potensi pasar besar karena tren gaya hidup halal.
- Perusahaan menggenjot dana pihak ketiga melalui program Berkah Berlimpah Mega Syariah dan fokus pada Tabungan Haji yang mendukung masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dengan setoran awal ringan.
- Bank Mega Syariah juga menggarap pembiayaan konsumer dan business banking dengan menghadirkan produk-produk seperti Flexi Home, Flexi Sejahtera, dan Flexi Mitra, serta menargetkan penerbitan 500.000 Syariah Card dalam lima tahun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan program-program unggulan pasangan Presiden-Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menjelaskan bahwa program-program unggulan yang masuk dalam RKP-RAPBN 2025 itu dapat dieksekusi setelah pasangan capres-cawapres terpilih dilantik.
"Presiden Jokowi akan mendukung dan menyiapkan masuknya program-program unggulan presiden dan wakil presiden terpilih dalam RKP dan RAPBN 2025, termasuk yang bisa segera dieksekusi pasca 20 Oktober 2024, setelah presiden-wakil presiden terpilih dilantik," kata Ari dikutip dari Antara, Kamis (25/4).
Ari menjelaskan, bahwa dukungan Jokowi tersebut memiliki semangat untuk mengawal keberlanjutan pembangunan dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju.
"Semangatnya adalah mengawal keberlanjutan pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Maju yang telah diletakkan pondasinya oleh Presiden Jokowi," ujarnya.
Sri Mulyani Fasilitasi Ruang Fiskal RAPBN 2025
Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya memfasilitasi ruang fiskal dalam postur RAPBN 2025, yang memungkinkan program yang diusung Prabowo-Gibran dapat berjalan. Salah satunya program makan siang gratis.
"Prinsipnya adalah memberikan ruang fiskal bagi kemungkinan program tersebut untuk dijalankan," kata Sri Mulyani saat ditanya tentang pembahasan makan siang gratis dalam pembahasan RAPBN 2025 di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan program makan siang gratis masuk dalam kriteria program yang membutuhkan pagu anggaran besar dan termasuk dalam fokus kebijakan fiskal pada 2025.
Meski begitu, Sri Mulyani memastikan pembahasan RAPBN 2025 harus dalam postur yang terjaga dengan batas toleransi defisit berada di bawah 3%.
Sementara itu, RKP 2025 disusun dengan perhitungan transisi kepemimpinan dari presiden dan kabinet saat ini dengan yang akan datang.
Karena bersifat transisi, maka RKP 2025 disusun menggunakan metode khusus, yakni pendekatan teknokratik, yang berarti mengikuti pola rancangan akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045.
Setelah pemenang Pilpres 2024 diumumkan, rancangan awal RKP 2025 akan diperbaharui hingga Juni 2024 sesuai program dan janji presiden-wakil presiden terpilih.