BI Kerahkan 46 Kantor Perwakilan di Daerah untuk Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Rahayu Subekti
22 Januari 2025, 14:14
makan bergizi gratis
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (15/1/2025). Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) berkomitmen mendukung program Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa BI sedang mempersiapkan berbagai dukungan untuk menyukseskan program tersebut.

“Kami sedang menyiapkan dukungan Bank Indonesia untuk program makan bergizi,” ujar Perry saat membuka acara peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2024 yang disiarkan secara daring, Rabu (22/1).

Menurutnya, program ini sejalan dengan tujuan BI dalam membentuk ekosistem ekonomi inklusif, terutama di sektor keuangan. Sebagai langkah konkret, BI tengah mendesain kebijakan yang akan mendukung implementasi program MBG.

Perry menambahkan bahwa dukungan ini akan melibatkan seluruh kantor perwakilan BI di berbagai daerah. “Kami sedang membicarakan bagaimana BI, tidak hanya kantor pusat, tetapi juga melalui 46 kantor-kantor BI di seluruh Indonesia dapat mendukung kesuksesan program ini,” katanya.

Kebutuhan Tambahan Anggaran untuk MBG

Alokasi anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp 71 triliun. Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa anggaran tersebut belum mencukupi untuk memenuhi seluruh target penerima manfaat.

Dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/1), Dadan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 100 triliun. Penambahan ini diperlukan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025.

Dengan anggaran yang ada saat ini, program hanya mampu menjangkau sekitar 17,5 juta penerima hingga September 2025. Untuk itu, tambahan anggaran diperlukan agar target 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai.

"Tambahan Rp 100 triliun cukup untuk memberikan makan bergizi kepada seluruh penerima manfaat sebanyak 82,9 juta,” kata Dadan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...