BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp 295 Triliun, Mayoritas untuk Bank Swasta

Rahayu Subekti
19 Februari 2025, 18:01
bi, likuiditas perbankan, bank indonesia
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersiap menyampaikan keterangan pers terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Ringkasan

  • Hari Kemerdekaan RI ke-79 akan dirayakan pada 17 Agustus 2024.
  • Membagikan ucapan Hari Kemerdekaan di media sosial dapat memeriahkan perayaan sekaligus menyebarkan semangat kemerdekaan.
  • Ucapan Hari Kemerdekaan RI ke-79 bahasa Jawa dapat dibagikan untuk memberikan sentuhan yang berbeda dan menarik.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Hingga pekan kedua Februari 2025, bank sentral telah memberikan insentif ini sebesar Rp 295 triliun.

“Naik sebesar Rp 36 triliun dari Rp 259 triliun pada akhir Oktober 2024,” kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI Februari 2025 di Jakarta, Rabu (19/2).

Insentif tersebut paling banyak diberikan kepada bank swasta, nilainya Rp 131,9 triliun. Untuk kelompok bank badan usaha milik negara (BUMN) sebesar Rp 129,2 triliun, bank pembangunan daerah atau BPD Rp 28,7 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) sebesar Rp 4,9 triliun.

Sejak 1 Januari 2025, KLM diarahkan untuk mendorong kredit perbankan demi mendukung pertumbuhan dan sektor-sektor penciptaan lapangan kerja. Sektor tersebut adalah pertanian, perdagangan dan manufaktur, serta transportasi. Begitu juga kepada sektor pergudangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan rakyat, serta UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), ultra mikro, dan hijau.

Dukungan BI untuk Sektor Perumahan dan Pertanian

Perry memastikan, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk mendukung kesuksesan program Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya dengan melalui peningkatan KLM.

“Ini untuk mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan perbankan pada sektor-sektor prioritas, termasuk sektor perumahan dan pertanian,” kata Perry.

Bank sentral juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Terlebih saat ini kementerian yang dipimpin oleh Maruarar Sirait itu sudah memiliki program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan alias FLPP.

“FLPP selama ini dananya dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara). Tapi untuk mendorong lebih lanjut, bagaimana kalau dananya dari KLM? Itu yang kami rumuskan,” ucap Perry.

Perry berharap dengan memaksimalkan program KLM maka bisa meningkatkan penyaluran pembiayaan FLPP. Misalnya dari 170 ribu rumah menjadi 270 ribu rumah hingga 400 ribu rumah.

Tak hanya itu, BI juga akan berkoordinasi untuk mendukung program Presiden Prabowo lainnya di sektor pertanian. Hal ini mulai dari hilirisasi pertanian dan ketahanan pangan.

“Program-program kami akan diskusikan dengan kementerian dan lembaga terkait supaya programnya jalan, kemudian kreditnya bisa jalan, dan insentif likuiditasnya kami berikan,” ucap Perry. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...