Neraca Dagang RI Surplus US$ 4,1 Miliar, Ditopang Minyak Nabati hingga Baja

Rahayu Subekti
1 Agustus 2025, 11:35
surplus
ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Siluet sejumlah anak bermain dengan latar belakang aktivitas bongkar muat peti kemas di New Priok Container Terminal One, Jakarta, Selasa (1/7/2025). Badan Pusat Statistik menyatakan Indonesia memperoleh surplus neraca perdagangan sebesar 4,30 miliar dolar AS pada Mei 2025 yang diraih berdasarkan perhitungan nilai ekspor sebesar 24,61 miliar dolar AS, dikurangi impor sebesar 20,31 miliar dolar AS di periode yang sama sekaligus mencatatkan surplus selama 61 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2025 kembali mencatat surplus sebesar US$ 4,1 miliar. Nilai ini berasal dari total ekspor sebesar US$ 23,44 miliar, sementara impor tercatat US$ 19,03 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers, Jumat (1/8).

Pudji menjelaskan, surplus perdagangan Juni terutama ditopang oleh komoditas nonmigas yang menyumbang surplus sebesar US$ 5,22 miliar. Komoditas utama penyumbang surplus adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$ 1,11 miliar. “Komoditas penyebab defisit migas adalah minyak mentah dan hasil minyak,” ujar Pudji.

Sepanjang semester I 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 19,48 miliar. Surplus tersebut didorong oleh surplus komoditas nonmigas yang mencapai US$ 28,31 miliar, meskipun neraca migas masih defisit US$ 8,83 miliar.

Pudji merinci sejumlah komoditas nonmigas yang menjadi penopang surplus semester I 2025, antara lain:

  • Lemak dan minyak hewan/nabati: US$ 15,74 miliar
  • Bahan bakar mineral: US$ 13,28 miliar
  • Besi dan baja: US$ 9,04 miliar
  • Nikel dan barang daripadanya: US$ 3,99 miliar
  • Alas kaki: US$ 3,18 miliar

“Komoditas-komoditas ini menjadi penyumbang surplus perdagangan selama semester pertama 2025,” kata Pudji.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...