Trump Ancam Tarif 200% jika Cina Batasi Ekspor Magnet Tanah Jarang

Rahayu Subekti
27 Agustus 2025, 15:07
Trump
REUTERS/Carlo Allegri
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah AS akan mengambil alih Jalur Gaza yang hancur akibat perang setelah warga Palestina dimukimkan di tempat lain, pada Selasa (4/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif perdagangan lebih tinggi terhadap Cina jika Negeri Tirai Bambu membatasi ekspor magnet tanah jarang.

“Mereka harus memberi kami magnet. Jika tidak, maka kami akan mengenakan tarif 200% atau semacamnya,” kata Trump kepada wartawan, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (26/8).

Trump juga menegaskan AS memiliki daya tawar melalui industri penerbangan, terutama suku cadang pesawat Boeing.

“Dua ratus pesawat mereka tidak bisa terbang jika kami sengaja tidak memberi mereka suku cadang Boeing, karena mereka tidak memberi kita magnet,” ujarnya.

Saat ini Boeing tengah berupaya menyelesaikan kesepakatan penjualan 500 pesawat ke Cina. Kedua pihak disebut sudah menyepakati model jet, jenis, dan jadwal pengiriman.

Ekspor Magnet Cina Kembali Normal

Ancaman Trump muncul di tengah kembalinya ekspor magnet tanah jarang Cina ke kondisi normal. Sebelumnya, pada April 2025, Cina sempat membatasi ekspor komoditas tersebut.

Kebutuhan magnet di AS terus meningkat. Pada Juni 2025, volume pengiriman magnet dari Cina melonjak hingga 660% atau lebih dari tujuh kali lipat. Sementara pada Juli 2025, impor magnet ke AS naik 76%.

Cina masih mendominasi produksi magnet tanah jarang dunia dengan kendali sekitar 90% pasokan global, termasuk penguasaan proses pemurnian mineralnya.

Dominasi ini memberikan posisi tawar kuat bagi Cina dalam perundingan dagang dengan AS, karena magnet tanah jarang sangat dibutuhkan industri manufaktur besar AS, mulai dari otomotif, elektronik, hingga energi terbarukan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...