Kronologi Perseteruan Trump vs Powel, Tekanan Suku Bunga Berujung Ancaman Pidana

Rahayu Subekti
14 Januari 2026, 09:45
Presiden AS Donald Trump menunjuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang memegang dokumen saat tur di gedung Dewan Federal Reserve, yang saat ini sedang direnovasi, di Washington DC pada 24 Juli 2025.
REUTERS/Kent Nishimura
Presiden AS Donald Trump menunjuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang memegang dokumen saat tur di gedung Dewan Federal Reserve, yang saat ini sedang direnovasi, di Washington DC pada 24 Juli 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mencapai puncak baru. Pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Powell. 

Penyelidikan ini berkaitan dengan proyek renovasi Gedung The Fed di Washington D.C senilai US$ 2,5 miliar atau setara Rp 42,18 triliun (kurs Rp 16.870 per dolar AS). Trump mempermasalahkan kesaksian kesaksian Powell di depan kongres dan menganggap itu sebagai dalih untuk mendapatkan lebih banyak pengaruh atas bank sentral dan kebijakan. 

Lalu bagaimana kronologi pereteruan antara Powell dan Trump? 

Kebijakan Suku Bunga

Ketegangan antara Powell dan Trump bukan baru terjadi belakangan ini. Powell menyatakan penyelidikan ini merupakan hasil dari frustasi yang lama dirasakan Trump, khususnya berkaitan dengan kebijakan suku bunga The Fed yang tidak dipangkas dengan cepat.

“Ancaman tuntutan pidana adalah konsekuensi dari penetapan suku bunga oleh Federal Reserve berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang akan melayani publik, daripada mengikuti preferensi Presiden,” kata Powell dalam pernyataan video yang diunggah oleh akun X resmi The Fed, Senin (12/1). 

Mengutip Reuters, sejak kembali menjabat menjadi presiden pada tahun lalu, Trump berupaya untuk membuat pemerintah AS sesuai dengan keinginannya. Hal ini dilakukan melalui pemecatan ribuan pegawai negeri sipil hingga memberhentikan pejabat yang ditunjuk Partai Demokrat dari sejumlah lembaga seperti salah satunya The Fed. Padahal, The Fed dibentuk untuk dijalankan secara independen. 

Trump telah berulang kali meminta The Fed untuk memangkas suku bunga hingga serendah 1%. Level ini jarang terlihat kecuali tengah dilanda krisis. Ia juga selalu mengkritik Powell ketika bank sentral tidak mengikuti keinginannya.

Jika Bank Sentral AS menetapkan suku bunga terlalu rendah, perekonomian dapat mengalami overheating. Hal ini bisa menyebabkan inflasi yang lebih tinggi.

Insiden Renovasi Gedung The Fed

Insiden Renovasi Gedung The Fed menjadi puncak dari sejumlah tekanan yang sudah diberikan Trump. Proyek modernisasi Gedung The Fed sejak era 1930-an itu menuai kritik karena biayanya jauh dari estimasi awal sebesar US$ 1,9 miliar atau setara Rp 31,1 triliun. 

Trump sudah menaruh kecurigaan proyek ini sejak pertengahan 2025 saat mengunjungi Gedung The Fed. Hal ini pada akhirnya memicu sorotan publik dan politik. 

Padahal pembengkakan biaya ini disebabkan oleh biaya tenaga kerja dan material yang lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu juga ada perubahan desain, dan masalah tak terduga seperti kontaminasi asbes dan timbal.

Trump menuduh Powell memiliki kesalahan dalam proses renovasi itu, meskipun belum membeberkan bukti. Gedung Putih juga mengkritik proyek tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan, dengan klaim fitur mewah seperti lift VIP dan marmer premium. 

Eskalasi Konflik Powell dan Trump

Konflik keduanya akhirnya semakin memanas setelah Departemen Kehakiman AS menyampaikan surat panggilan terhadap The Fed. Panggilan ini berkaitan dengan kesaksian Powell soal proyek Gedung historis The Fed itu. 

Trump menyatakan Powell harus menghadapi konsekuensi hukum atas pembekakan biaya renovasi tersebut. Namun, Gedung Putih menyatakan Trump tidak memerintahkan penyelidikan tersebut. 

Langkah Trump ini menuai sorotan sebab tindakannya dapat mengikis independensi Bank Sentral AS. Pada akhirnya, hal ini juga akan mengurangi kepercayaan pada ekonomi AS. 

Sejarawan The Fed di Universitas Pennsylvania Peter Conti Brown menyatakan penyelidikan terhadap Powell adalah titik terendah dalam kepresidenan Trump. Fase ini juga menjadi titik terendah dalam sejarah perbankan di Amerika Serikat. 

“Kongres tidak merancang The Fed untuk mencerminkan fluktuasi sikap presiden. Dan hanya karena The Fed telah menolak upaya Presiden Trump untuk menjatuhkan The Fed, ia melancarkan kekuatan penuh hukum pidana Amerika terhadap Ketua The Fed,” kata Brown.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...