Pemerintah Siapkan THR ASN, TNI, Polri Rp 55 Triliun, Cair Awal Ramadan

Desy Setyowati
14 Februari 2026, 11:58
thr pns, thr asn, thr tni, thr polri,
ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menyiapkan tunjangan hari raya atau THR 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri sebesar Rp 55 triliun yang ditargetkan dapat disalurkan pada awal Ramadan.

“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas pada awal puasa, kami harapkan sudah bisa kita salurkan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat dijumpai media setelah acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 mencapai Rp 809 triliun, termasuk anggaran untuk THR bagi ASN, TNI, dan Polri.

Pemerintah juga mengalokasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp 62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp 13 triliun.

Purbaya menegaskan bahwa belanja pemerintah pada triwulan I 2026, dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. “Prediksi kami, ekonomi bisa tumbuh antara 5,5% sampai 6% pada triwulan pertama,” kata dia.

Menurutnya, target pertumbuhan ini merupakan angka yang luar biasa. Apabila hal ini tercapai, ujar Purbaya, Indonesia berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan 5%.

Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diyakini semakin menguat pada triwulan I 2026, terutama didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Sementara pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp 90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total anggaran Rp 20 triliun.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai US$ 7 miliar atau Rp 110 triliun. Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp 220 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...