Purbaya Klaim Defisit APBN RI Lebih Sehat Daripada Malaysia: Kita Lebih Jago
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kondisi fiskal Indonesia lebih sehat dibandingkan dua negara di kawasan, yakni Vietnam dan Malaysia, meski kalah dari sisi capaian pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu.
Ia mencatat, pertumbuhan ekonomi Malaysia mencapai 5,17%, sedangkan Vietnam mencapai 8,02% pada tahun lalu. Berada di atas capaian Indonesia pada tahun lalu mencapai 5,11%.
"Tapi lihat defisitnya berapa? Indonesia 2,29% dari PDB, Vietnam 3,60% dari PDB, Malaysia 6,41% dari PDB. Jadi, dia bayar pertumbuhan dengan ongkos yang besar sekali dibandingkan kita,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari, Senin (23/2).
Ia menyebut rasio utang terhadap PDB Malaysia dan Vietnam berada di atas ambang batas standar kehati-hatian fiskal yang berlaku internasional, yakni sebesar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan Indonesia, menurut dia, berhasil menjaga rasio utang terhadap PDB di bawah 3%.
"Jadi, kita bisa menciptakan pertumbuhan dengan memastikan prinsip kehati-hatian tetap dijaga, jadi kita lebih jago dari negara-negara itu," ujar dia.
Indonesia, menurut dia, tetap mampu menciptakan pertumbuhan dengan menjaga prinsip kehati-hatian fiskal. Pemerintah tetap memberikan stimulus saat ekonomi melemah, tetapi tanpa meninggalkan disiplin anggaran.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kemenkeu, rasio defisit APBN terhadap PDB Indonesia juga berada di bawah sejumlah negara maju, seperti Jepang yang mencapai 4,60%, India 4,92%, Amerika Serikat 5,42%, Thailand 5,57%, Inggris 6,07%, Prancis5,81% dan Brasil sekitar 5,84%.
