Indef: Pasokan Global Membaik, Harga Pangan Bakal Stabil

Image title
10 Maret 2026, 14:56
harga pangan, Indef, pertanian
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.
Indef memperkirakan harga pangan pada Hari Raya Lebaran 2026 relatif stabil seiring membaiknya pasokan global.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indef memprediksi harga pangan menjelang Hari Raya Lebaran 2026 akan relatif stabil seiring membaiknya pasokan global dan cuaca yang lebih baik. Kondisi ini turut menekan harga pangan  dunia.

Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef, Afaqa Hudaya, mengatakan dari sisi pasokan global, kondisi saat ini relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini sejalan dengan laporan Global Economic Prospects 2026 dari World Bank yang menunjukkan adanya perbaikan produksi pertanian di sejumlah negara.

Peningkatan produksi tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang lebih baik sehingga membantu menekan harga pangan dunia.

“Pelemahan harga saat ini lebih banyak didukung oleh faktor produksi dan ketersediaan stok yang relatif memadai,” ujar Afaqa dalam diskusi publik, Senin (9/3).

Meski demikian, ia mengingatkan kerentanan pangan global masih tetap ada, terutama di negara berpendapatan rendah. Walaupun inflasi pangan di banyak negara tersebut mulai menurun, harga pangan global masih berada pada level yang relatif tinggi.

Selain itu, sejumlah risiko masih membayangi, seperti potensi konflik geopolitik, tekanan fiskal di berbagai negara, hingga ancaman cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi pangan ke depan.

“Stabilisasi harga global belum tentu secara langsung mengurangi risiko ketahanan pangan secara struktural,” katanya.

Dari sisi domestik, Afaqa mencatat tekanan inflasi juga datang dari komponen administrative price atau harga yang diatur pemerintah. Menjelang Ramadan, komponen ini cenderung memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi.

Inflasi tahunan pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh komponen harga yang diatur pemerintah yang mencapai 12,66% secara tahunan (year on year).

Sementara itu, kelompok volatile food atau pangan bergejolak juga menunjukkan kenaikan yang cukup tajam. Afaqa menilai stabilisasi harga pada bulan sebelumnya belum bersifat permanen.

Ramadan menjadi salah satu pemicu kenaikan permintaan pangan sehingga tekanan harga berpotensi kembali meningkat.

“Ramadan merupakan salah satu trigger kenaikan permintaan, yang tercermin dari meningkatnya inflasi volatile food,” ujarnya.

Beberapa Komoditas Strategis Catat Kenaikan

Pada Februari 2026, pergerakan harga pangan menunjukkan moderasi dibandingkan volatilitas pada tahun sebelumnya. Namun beberapa komoditas strategis masih mencatat kenaikan yang cukup signifikan, seperti beras medium, gula, dan minyak goreng.

Jika permintaan meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran tanpa diimbangi pasokan yang memadai, Afaqa memperkirakan tekanan harga berpotensi semakin kuat.

Selain faktor permintaan, persoalan struktural dalam rantai pasok juga turut memengaruhi dinamika harga pangan. Afaqa menilai penurunan tekanan harga di tingkat produsen belum merata antarkomoditas.

Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (PIHPS) menunjukkan bahwa beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai tetap mengalami kenaikan harga meskipun stoknya cukup.

Hal ini mengindikasikan adanya masalah struktural, seperti asimetri informasi dalam rantai pasok serta inefisiensi distribusi antarwilayah.

“Distribusi logistik yang terpusat dapat menimbulkan disparitas harga antarprovinsi. Selain itu, kenaikan harga di tingkat petani biasanya lebih cepat diteruskan ke konsumen dibandingkan penurunannya,” ujarnya.

Faktor lain seperti cuaca ekstrem, keterbatasan impor, hingga spekulasi pedagang juga dinilai turut memperkuat fluktuasi harga di pasar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...