Butuh upaya khusus untuk pemertaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang dapat menciptakan pemerataan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Riset Continuum Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyimpulkan 64% percakapan warganet bernada negatif terhadap reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Indef mempertanyakan keakuratan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilaporkan oleh BPS untuk kuartal II 2025, menganggap kenaikan yang dilaporkan sebagai fenomena yang tidak sesuai.
Indef memperingatkan bahwa pembekakan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) dapat membahayakan keberlanjutan fiskal Indonesia, dengan risiko mencapai Rp 400 triliun tahunan.
Indef mengidentifikasi tantangan besar dalam mencapai target lifting migas 2025, mencakup penurunan produksi dan kebutuhan eksplorasi serta teknologi baru.
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berdampak negatif pada konsumsi rumah tangga di seluruh provinsi selama Lebaran 2025, menurut studi Indef.
Indef mewanti-wanti terhadap bahaya moral hazard yang bisa terjadi akibat struktur kepemimpinan BPI Danantara, termasuk konflik kepentingan dan manajemen risiko.
Indef mendesak pemerintah untuk memastikan utang baru digunakan dalam belanja produktif yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi, mengingat pengaruhnya terhadap penerimaan perpajakan.
Kenaikan harga MinyaKita di Indonesia mencapai Rp 17.058 per liter, yang berpotensi mempengaruhi inflasi dan biaya produksi menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menyebut ada tiga sektor bisnis yang paling menarik di masa pemerintahan Prabowo.
Indef mengingatkan kabinet Prabowo Subianto tentang pentingnya mengatasi kebocoran APBN dan mengelola utang negara yang menggunung untuk memastikan stabilitas ekonomi Indonesia.