Pemerintah-BI Masih Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,4% Tahun Ini, Risiko Resesi Kecil

Image title
27 April 2026, 11:52
pertumbuhan ekonomi, resesi ekonomi
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah dan Bank Indonesia tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dapat tercapai di tengah kondisi geopolitik yang memanas. Risiko resesi ekonomi dinilai sangat kecil dibandingkan negara lainnya. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga kuat dan memiliki ruang pertumbuhan yang tinggi. Ia menyebut, probabilitas resesi ekonomi di Indonesia berada di bawah 5%, lebih rendah dibandingkan sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada.

“Pada kuartal I tahun ini bahkan berpotensi mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5%,” ujar Airlangga dalam National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4).

Ia juga memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Inflasi, menurut dia, berhasil di jaga di level 3,48%, indeks keyakinan konsumen juga tetap tinggi di level 122,9. Sedangkan neraca perdagangan, masih mencatatkan surplus selama 70 bulan berturut-turut dengan nilai mencapai US$ 148,2 miliar.

Senada, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga masih melihat potensi ekonomi Indonesia dapat mencapai target APBN 5,4%. BI memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh di rentang 4,9%-5,7% pada tahun ini dan akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Namun, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan koordinasi kebijakan antara pemerintah, otoritas moneter, dan berbagai lembaga terkait.

“Dari sisi Bank Indonesia, kami terus memperkuat bauran kebijakan, baik kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas dan ketahanan eksternal, kebijakan makroprudensial untuk mendukung pembiayaan ekonomi, maupun kebijakan sistem pembayaran untuk mendorong ekonomi dan keuangan digital sebagai motor pertumbuhan,” kata Perry.

Ia juga menekankan, sinergi kebijakan menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...