Purbaya Bantah Kabar Duit Negara Tinggal Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak

Ade Rosman
27 April 2026, 13:56
Purbaya, anggaran, keuangan negara
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar kas negara tinggal tersisa Rp 120 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar kas negara tinggal tersisa Rp 120 triliun. Bendahara negara ini memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat dan mampu menjalankan tugas untuk membiayai program pemerintah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Isu dana negara yang tinggal Rp 120 triliun, habis itu habis, tidak benar,” kata Purbaya, saat media briefing di Jakarta, Jumat (24/4)

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menjamin hingga saat ini kas negara sangat melimpah dan mampu membiayai program prioritas pemerintah serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

“Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak,” kata dia. 

Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga mengatakan, dana Rp 120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang selama ini disimpan di Bank Indonesia.

Ia menuturkan, pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp 420 triliun yang belum digunakan sama sekali. Selain ditempatkan di BI sebagai simpanan, sebesar Rp 300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito yang dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan.

“Yang Rp 300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter,” katanya.

Menurutnya, langkah menyimpan dana di perbankan ini merupakan bagian dari upaya mendorong perekonomian, karena bunga simpanannya dapat digunakan untuk membiayai program pemerintah.

“Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana (Amerika Serikat) kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi,” kata Purbaya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...