Purbaya Klaim Kondisi Fiskal RI Paling Canggih Dibanding Seluruh Negara Asia

Ade Rosman
6 Mei 2026, 18:43
Purbaya, fiskal, pertumbuhan ekonomi
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat, lebih unggul dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia. Purbaya mengatakan, persepsi negatif terhadap kinerja fiskal selama ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ia menyatakan defisit anggaran tetap terkendali bahkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

“Padahal dibanding seluruh negara di Asia, kita ini paling canggih,” kata Purbaya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/5). 

Ia mengatakan, salah satu bukti kekuatan fiskal Indonesia adalah kemampuan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menambah anggaran baru. Ia menyebut strategi optimalisasi likuiditas, termasuk penempatan dana dari bank sentral ke perbankan menjadi salah satu kuncinya.

“Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” katanya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Mendekati 6% pada Akhir 2026

Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi dalam beberapa triwulan terakhir menunjukkan perbaikan signifikan. Setelah lama berada di kisaran 5%, pertumbuhan kini mulai bergerak lebih tinggi. Pemerintah pun menargetkan laju pertumbuhan ekonomi bisa didorong mendekati 6% hingga akhir tahun, meski target dalam APBN masih berada di level 5,4%.

“Kita akan dorong ke arah 6%. Kalau lihat situasi sekarang, strateginya sudah membuahkan hasil,” kata Purbaya.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61%. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar. 

Untuk menjaga momentum ini, Purbaya mengatakan pemerintah akan mengandalkan sejumlah program yang mulai berjalan pada kuartal II. Salah satunya adalah peran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang diharapkan dapat memperkuat distribusi barang dan menjaga stabilitas harga di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga akan menggulirkan stimulus, termasuk pencairan gaji ke-13 yang diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mendorong sektor manufaktur dan swasta agar bergerak lebih agresif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...