Daya Beli dan Belanja Negara Jadi Andalan Purbaya Genjot Pertumbuhan Kuartal II
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah faktor kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Purbaya menyebut ada tiga pilar utama yang akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2026, antara lain daya beli masyarakat dan belanja pemerintah.
“Jadi, kunci pertumbuhan ekonomi kuartal II adalah daya beli masyarakat dijaga, yang kedua belanja pemerintah tetap digalakkan, terus ketiga kita efisienkan sistem dunia bisnis, kita perbaiki iklim investasi,” kata Purbaya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/5).
Bendahara negara ini mengatakan, pemerintah memprioritaskan daya beli masyarakat agar konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Salah satu langkah yang disiapkan adalah pencairan gaji ke-13 bagi aparat sipili negara (ASN) dan Polri yang diharapkan dapat mendorong belanja masyarakat dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pemerintah juga akan mempercepat realisasi belanja negara untuk menjaga perputaran uang di perekonomian. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan stimulus tambahan di tengah ketidakpastian global.
Ciptakan Iklim Usaha yang Efisien dan Kondusif
Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang lebih efisien dan kondusif agar sektor swasta dapat tumbuh lebih cepat. Ia menyatakan pemerintah terus melakukan pembenahan, termasuk menjaga pasar domestik dari peredaran barang ilegal yang dinilai dapat mengganggu industri dalam negeri.
Purbaya juga menyoroti perlunya menjaga kepercayaan pelaku usaha. Menurutnya, meskipun indikator pertumbuhan ekonomi menunjukkan kinerja yang baik, masih terdapat kekhawatiran di kalangan dunia usaha yang dipengaruhi sentimen negatif.
“Harusnya pebisnis tidak usah takut, kita akan membaik terus ke depan,” katanya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini juga mengatakan pemerintah memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga agar pelaku usaha memiliki akses pembiayaan yang cukup untuk ekspansi.
