Purbaya Klaim Pengangguran dan Kemiskinan Turun Berkat Kebijakan Fiskal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim kebijakan fiskal pemerintah turut mendorong penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan pada 2025. Dia mengatakan, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 turun menjadi 4,85%, dari 4,91% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, dengan agenda pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025, yang digelar Kamis (24/8).
“Terjaganya resiliensi perekonomian Indonesia didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif, telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat,” kata Purbaya.
Ia menuturkan, selain pengangguran, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan. Purbaya menyampaikan tingkat kemiskinan pada September 2025 mencapai 8,25%, turun dari 8,57% pada September 2024.
Bendahara negara itu berpandangan, penurunan kedua indikator tersebut terjadi ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Fragmentasi perdagangan dan eskalasi tensi geopolitik meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi, pasar keuangan, investasi, hingga rantai pasok global.
Di tengah kondisi tersebut, kata Purbaya, ekonomi Indonesia pada 2025 tetap tumbuh 5,11%. Inflasi tercatat sebesar 2,92%, sementara defisit anggaran berada di level 2,81% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya menilai, capaian itu menunjukkan resiliensi perekonomian Indonesia yang turut ditopang kebijakan fiskal pemerintah. Dia menyebut pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat dan kredibel agar dapat digunakan secara adaptif dan responsif dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi.
“APBN akan terus dijaga tetap sehat dan kredibel sehingga menjadi instrumen fiskal yang adaptif, responsif, dan efektif dalam menstimulasi perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Purbaya.
