Nilai Tukar Rupiah Melemah, Hampir Tembus Rp17.000 per Dolar AS (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) Show
Katadata/Fauza Syahputra
Fauza Syahputra
22 Januari 2026, 10:57

[Foto] Hampir Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Rupiah Kembali Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (AS) dalam beberapa hari terakhir mengalami tren pelemahan hingga hampir menyentuh di angka Rp 17.000.

Faktor penyebab rupiah melemah yakni mulai dari memanasnya tensi geopolitik serta tekanan perang dagang antara AS dan Uni Eropa, perlambatan pemulihan ekonomi domestik, hingga meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi Bank Indonesia.

Di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang tengah merosot, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Januari 2026. Suku bunga deposit facility diputuskan tetap berada di level 3,75% dan lending facility yang juga tetap dipertahankan sebesar 5,50%.

Melalui langkah dan komitmen Bank Indonesia untuk stabilisasi tersebut, rupiah kembali bergerak menguat 32 poin atau berkisar 0,23% dengan berada di level 16.897 pada pembukaan perdagangan Kamis (22/1).

Sementara itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat. “IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Enggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Senin (19/1).

Bendahara negara ini menyatakan akan terus menjaga fondasi ekonomi, termasuk mengakselerasi pertumbuhan, agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS segera berbalik menguat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman, Fauza Syahputra
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini