BI menilai, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global dan terjadi pada mayoritas mata uang negara berkembang.
Analisis ekonomi Indonesia mengungkap dilema di balik pencapaian, dari rupiah yang melemah hingga dominasi belanja pemerintah yang menyempitkan ruang swasta.
Rupiah kembali bergerak menguat 32 poin atau berkisar 0,23% dengan berada di level 16.897 pada pembukaan perdagangan Kamis (22/1) setelah BI Rate atau suku bunga acuan yang dipertahankan di 4,75%.