Waspada Banjir, BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi hingga Rabu Depan

Intensitas hujan akan sedikit mereda pada Minggu (21/2) dan Senin (22/2), namun akan kembali meningkat pada Selasa dan Rabu (23 - 24 Februari).
Image title
21 Februari 2021, 09:44
banjir, bmkg, hujan, prediksi hujan
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Relawan berusaha mengevakuasi warga yang terjebak banjir dengan menggunakan perahu karet di kawasan Wijaya Timur, Petogogan, Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah DKI Jakarta masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga Rabu 24 Februari 2021.& Oleh karena itu warga diimbau agar tetap waspada terhadap ancaman bencana banjir.

BMKG memprediksi intensitas hujan pada Minggu (21/2) cenderung melemah menjadi intensitas rendah hingga Senin (22/2). “Dan akan meningkat kembali menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada 23 sampai dengan 24 Februari,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti dikutip dari laman resmi BMKG.

Sebelumnya BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan dini pada 18-19 Februari 2021 yang menyebutkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) diprediksi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dengan curah hujan antara 100-150 mm.

Sejumlah wilayah di Jabodetabek pun dilanda banjir usai hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (20/2). Berdasarkan data yang dihimpun BMKG, curah hujan tertinggi terjadi di Pasar Minggu mencapai 226 mm/hari, kemudian di Sunter Hulu 197 mm/hari, Lebak Bulus 154 mm/hari dan Halim 176 mm/hari.

"Umumnya kejadian hujan terjadi malam hingga dinihari dan berlanjut sampai pagi hari. Ini merupakan waktu-waktu yang kritis dan perlu diwaspadai," kata Dwikorita.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menjabarkan, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek tersebut disebabkan sejumlah faktor yaitu pada 18-19 Februari tarpantau adanya seruakan udara dari Asia yang cukup signifikan mengakibatakan peningkatan awan hujan di Indonesia bagian barat.

Ia juga menjelaskan, curah hujan yang terjadi saat ini di DKI Jakarta sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan curah hujan pada Januari 2020 yang juga menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek.

"Ada beberapa faktor penyebab banjir di DKI Jakarta yaitu hujan yang jatuh di sekitar Jabodetabek yang bermuara di Jakarta, kemudian hujan yang jatuh di Jakarta sendiri serta ada pasang laut. Selain itu daya dukung lingkungan juga sangat berpengaruh," katanya.

Saat ini wilayah Jabodetabek masih masuk puncak musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2021.

Selain itu, BMKG juga memprediksikan sepekan ke depan seluruh wilayah Indonesia masih terjadi potensi hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi," kata Dwikorita.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait