RI Dapat Tawaran Vaksin Pfizer dari Komite Olimpiade Internasional

Happy Fajrian
24 Mei 2021, 07:43
vaksin pfizer, olimpiade, vaksin covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Pool/RWA/sa.
Maskot Olimpiade Tokyo 2020 Miraitowa berpose dengan tampilan simbol Olimpiade setelah upacara pembukaan simbol di Gunung Takao di Hachioji, sebelah barat Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021).

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendapat tawaran vaksin Pfizer dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo, 23 Juli-8 Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono. Sebelumnya, KOI tidak menerima tawaran tersebut karena para atlet Indonesia yang akan berangkat ke Olimpiade Tokyo sudah menerima vaksin Sinovac yang disuntikkan Februari lalu.

“Kami ditawarkan IOC. Mereka mengirim surat apabila ada NOC (National Olympic Committee) yang belum mendapat vaksin untuk atletnya, mereka bersedia untuk mengirimkan vaksin Pfizer," kata Ferry di Jakarta, Minggu (23/5).

Ferry menambahkan bahwa pihaknya telah berkirim surat ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui bagaimana mekanismenya karena di sisi lain banyak atlet Indonesia yang sudah divaksin Sinovac.

Salah satu perusahaan farmasi raksasa yang berbasis di AS, Pfizer, dan mitranya asal Jerman, BioNTech sebelumnya telah melakukan kesepakatan dengan IOC untuk menyuplai vaksin Covid-19 kepada para peserta Olimpiade Tokyo.

Pfizer/BioNTech memastikan bahwa vaksin virus corona produksi mereka bakal tersedia bagi siapa pun yang membutuhkan sebelum keberangkatan para atlet ke Jepang.

Kesepakatan dengan Pfizer/BioNTech untuk Olimpiade pun dianggap penting mengingat Tokyo dan beberapa daerah Jepang saat ini masih dalam keadaan darurat akibat peningkatan kasus COVID-19.

Diperkirakan ada lebih dari 11.000 atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo. Namun sudah banyak atlet yang telah menerima vaksin di negara asal mereka.

Meski tanpa adanya program vaksinasi yang masif, IOC berjanji bahwa Olimpiade akan terselenggara dengan aman karena panitia telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan kesehatan selama gelaran pesta empat tahunan tersebut.

Olimpiade Tetap Berlangsung Sesuai Jadwal

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memastikan kepada seluruh komite olimpiade nasional (NOC) bahwa Olimpiade Tokyo masih tetap akan berlangsung sesuai jadwal pada 23 Juli-8 Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono menanggapi ketidakpastian Olimpiade 2020 Tokyo yang hingga kini memunculkan gelombang penolakan dari warga Jepang karena dirasa tidak aman akibat masih tingginya jumlah kasus Covid-19.

“IOC memberitahukan ke semua NOC bahwa Olimpiade masih sesuai jadwal. Di sisi lain, IOC juga memberitahu ke NOC bahwa rencananya akan ada rapat di Tokyo, tetapi karena pandemi masih tinggi jadi rapatnya diundur. Sampai sekarang belum ada kabar penundaan,” kata Ferry.

Adapun Jepang berpotensi rugi hingga ¥ 4,5 triliun atau sekitar Rp 590 triliun jika membatalkan gelaran Olimpiade. Simak databoks berikut:

Ferry menjelaskan bahwa kontingen Indonesia masih terus mempersiapkan diri menuju pesta olahraga terakbar di dunia itu apalagi beberapa ajang kualifikasi masih berlangsung.

KOI bahkan sudah mulai rutin melakukan rapat bersama Chief de Mission atau ketua kontingen Olimpiade Tokyo Rosan P. Roeslani untuk membahas terkait persiapan dan rencana tim selama di Tokyo nanti.

“Kami sudah rapat bersama bapak CdM langsung membahas persiapan mulai dari akreditasi, estimasi jumlah tim, akomodasi, transportasi di Tokyo, dan segala hal yang sifatnya menjadi urusan tim kontingen,” tuturnya.

Beberapa atlet Indonesia sudah lolos dan siap berangkat ke Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka adalah Lalu Muhammad Zohri dari atletik, Riau Ega Agatha dan Diananda Chairunisa dari panahan.

Kemudian Vidya Rafika Rahmatan Thayiba dari cabang olahraga menembak, Rifda Irfanaluthfi dari cabang senam, dan Mutiara Rahma Putri/Melani Putri dari cabang dayung.

Jumlah ini dipastikan akan bertambah karena ada beberapa atlet yang sudah lolos namun belum ditetapkan seperti dua atlet angkat besi, yakni Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika. Selain itu,ada 11 atlet bulu tangkis yang sudah dalam posisi aman dan diharapkan mampu mempertahankan tradisi emas di Tokyo nanti.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait