Sebelum Diganti, BPH Migas Putuskan Proyek Cisem Digarap Grup Bakrie

Keputusan untuk menyerahkan Proyek Cisem kepada Grup Bakrie melalui PT Bakrie & Brothers Tbk dikeluarkan oleh pengurus BPH Migas periode 2017-2021, sehari sebelum pelantikan pengurus baru.
Image title
9 Agustus 2021, 15:15
proyek cisem, bph migas, bakrie brothers, grup bakrie
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi pipa gas.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ditetapkan untuk menggarap proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang atau Proyek Cisem. Keputusan ini diambil pengurus BPH Migas periode 2017-2021 pada Minggu (8/8), atau sehari sebelum pelantikan pengurus baru.

Anggota Komite BPH Migas periode 2017-2021 Jugi Prajogio mengatakan bahwa komite memutuskan memberikan hak khusus kepada perusahaan grup Bakrie tersebut, setelah mempelajari seluruh dokumen yang disampaikan.

"SK (surat keputusan) hak khusus sudah diterbitkan termasuk syarat dan ketentuan, silahkan tanya langsung ke BNBR untuk tindak lanjutnya karena seluruh anggota komite (lama) sudah berakhir Senin 9 Agustus," kata dia kepada Katadata.co.id Senin (9/8).

Dokumen tersebut di antaranya surat kesanggupan untuk memakai parameter di tahun 2006 seperti performance bond, studi kelayakan (feasibility study), front-end engineering design (FEED), dan gas transportation agreement (GTA).

Menurut Jugi keputusan komite BPH Migas ini bersifat independen pada saat pihaknya menjabat. Sehingga, tidak memerlukan adanya koordinasi dengan komite berikutnya.

Saat dikonfirmasi, Head of Corporate Communications Bakrie & Brothers, Bayu Nimpuno, membenarkan kabar mengenai proyek Cisem. Meski begitu, ia tidak berkomentar lebih jauh. "Benar, tapi kami tidak dalam posisi mengumumkan saat ini," ujarnya.

Sementara, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji enggan merespon saat dintanyai perihal tersebut. Hingga berita ini dimuat pesan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan Katadata.co.id hanya bercentang biru.

Untuk diketahui, terjadi beda pendapat antara BPH Migas dengan Kementerian ESDM terkait pelaksana proyek Cisem. Kementerian ESDM ingin proyek ini dilanjutkan dengan pembiayaan negara menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahkan proyek ini sudah dimasukkan dalam RAPBN 2022 dan sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR beberapa waktu lalu. Berdasarkan data paparan, proyek Cisem ini nantinya terbagi ke dalam dua tahun anggaran.

Satu ruas pada tahun anggaran (TA) 2022 untuk membangun ruas Semarang-Batang ±84 km dengan anggaran Rp 1 triliun, dan TA 2023 untuk membangun ruas Batang-Cirebon sepanjang ±153 km dengan anggaran Rp 1,89 triliun.

Sementara BPH Migas berpendapat proyek ini milik BNBR sebagai pemenang lelang kedua setelah pemenang lelang pertama, PT Rekayasa Industri (Rekind) menyatakan mundur.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait