Naik Tiga Kali Lipat, MIND ID Raih Laba Bersih Semester I Rp 4,8 T

Image title
20 Agustus 2021, 08:53
holding, bumn, pertambangan, mind id
Ilustrasi.

Holding BUMN pertambangan, MIND ID, mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,85 triliun pada semester I 2021. Angka tersebut melonjak cukup signifikan mengingat pada semester I 2020 perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp 1,84 triliun.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengklaim raihan laba bersih di paruh pertama tahun ini juga naik tiga kali lipat dibandingkan capaian sepanjang tahun lalu. Hingga akhir Desember 2020, MIND ID mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun.

"Laba bersih kami Rp 4,8 triliun posisi juni 2021, sementara Desember 2020 hanya Rp 1,6 triliun. Jadi kami sudah tiga kali lipat dari posisi tahun lalu padahal baru enam bulan," kata Orias dalam diskusi secara virtual, Kamis (20/8).

Dengan begitu, ia memastikan bahwa kondisi keuangan induk usaha tambang ini dalam posisi sehat. MIND ID juga mencatatkan pendapatan Rp 39,3 triliun pada semester I 2021. Angka tersebut naik dibandingkan pendapatan semester I 2020 yang hanya mencapai Rp 29,2 triliun.

Adapun tiga kontributor terbesar pendapatan MIND ID berasal dari komoditas emas yang mencapai 30% atau Rp 11,8 triliun. Kemudian sektor batu bara mencapai 27% atau Rp 10,6 triliun dan timah mencapai 15% Rp 5,9 triliun.

Oleh karena itu, ia berharap kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara bukan pajak alias PNBP di tahun ini bisa lebih besar. Pasalnya kontribusi MIND ID terhadap PNBP pada tahun 2020 hanya mencapai Rp 5,80 triliun atau turun jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp 6,50 triliun.

Menurut dia penurunan tersebut terjadi lantaran adanya peralihan tambang terbuka menuju tambang bawah tanah di Grasberg. "Kita berharap 2021 bisa lebih besar lagi. Kenapa ada penurunan, karena terjadi transisi, katanya.

Seperti diketahui, MIND ID juga saat ini terlibat pada proyek baterai bersama tiga perusahaan pelat merah lainnya dengan membentuk holding baterai Indonesia Battery Corporation alias IBC. Ketiganya yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero).

Pembentukan ini bertujuan agar kekuatan dari hulu hingga hilir dapat disatukan. Pada 2030 pemerintah menargetkan kapasitas baterai akan ditingkatkan menjadi 140 gigawatt hour (GWh).

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait