RI Diklaim Punya Cadangan Emas 2.600 Ton, Terbesar ke-6 di Dunia

Menurut data Kementerian ESDM cadangan emas milik Indonesia lebih besar dibandingkan yang dimiliki Cina.
Image title
12 November 2021, 16:50
emas, harga emas, cadangan emas, mind id
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Pengunjung mengamati replika emas batangan di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Holding BUMN tambang MIND ID menyebut Indonesia memiliki cadangan emas melimpah hingga 2.600 ton. Cadangan emas ini merupakan yang terbesar keenam di dunia.

SVP of Mining & Mineral Industry Institute Niko Chandra mengatakan berdasarkan data terkini dari Kementerian ESDM cadangan emas yang dimiliki Indonesia lebih besar dibandingkan yang dimilki Cina.

"Ada yang menarik, kalau kita lihat bahwa Indonesia ini merupakan negara dengan cadangan nomor enam terbesar di dunia, cadangan emas kita 2600 ton dan ini sesuai data terkini 2021," kata dia dalam diskusi secara virtual 'Gold Industry Overview, Upstream -Downstream Business Update', Jumat (12/11).

Adapun terkait distribusi kebutuhan emas global saat ini, setidaknya sekitar 49% produksi emas digunakan untuk keperluan perhiasan. Kemudian sekitar 29% untuk keperluan investasi dalam bentuk logam batangan, dan sisanya untuk bank sentral dan keperluan teknologi.

Namun, jika dilihat dari situasinya saat ini permintaan dan penawaran global, komoditas emas tengah mengalami kelebihan pasokan. Di Indonesia, permintaan emas semester I 2021 meningkat 87,1% dalam setahun atau dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tajam terjadi pada Juni 2020 sebesar 225% sebagai respon atas peningkatan penularan kasus Covid-19. "Dampak Covid-19 cukup besar berpengaruh pada transaksi jual beli emas," katanya.

Proyeksi Harga Emas

Adapun berdasarkan kajian MIND ID menggunakan pendekatan empiris, menunjukkan bahwa harga emas akan mengalami penurunan hingga Rp 816.784 per gram (+/- 0.5%) pada akhir 2021. Sementara jika menggunakan pendekatan moving average, maka diproyeksikan harga emas pada akhir 2021 adalah Rp 977.939 per gram (+/-1.1%).

Sementara, proyeksi UBS Global Wealth Management menunjukkan bahwa pada akhir 2021 harga emas diproyeksikan pada level Rp 812.698. Sedangkan Goldman Sachs memproyeksikan peningkatan harga emas menjadi Rp 1.015 873 per gram.

Respons terhadap tapering off The Fed Amerika Serikat mencerminkan proyeksi harga akhir 2021, di mana terjadi potensi capital outflow yang berpotensi terhadap penurunan permintaan sehingga harga emas cenderung lebih
rendah. Simak perkembangan harga emas Antam pada databoks berikut:

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait